Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Championship

Gol Tocantins Dianulir, Ansyari Lubis Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit

31
×

Gol Tocantins Dianulir, Ansyari Lubis Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit

Sebarkan artikel ini
Pemain PSS Sleman Terrens Puhiri daat melawan Kendal Tornado FC
SOLO – PSS Sleman harus menerima pil pahit di pekan ke-14 Kompetisi Championship musim 2025/2026. Dijamu Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Surakarta, Solo, Senin (5/1) malam, tim Laskar Sembada harus menyerah dengan skor tipis 1-2.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis tak mampu menyembunyikan kegeraman usai laga. Dalam sesi konferensi pers, pelatih yang akrab disapa Uwak ini meluapkan kekecewaannya. Ia menilai, kerja keras anak asuhnya di lapangan seolah dirampok oleh keputusan-keputusan wasit yang kontroversial.
Uwak menjelaskan, sejatinya laga ini berjalan sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Pelatih berusia 55 tahun ini mengakui bahwa Kendal Tornado FC tampil dengan kualitas taktik yang mumpuni, sehingga membuat PSS Sleman sempat keteteran menghadapi pressing ketat di babak pertama.
“Tapi sayangnya, kedua tim yang bermain bagus ini dipimpin oleh wasit yang tidak bagus,” tegas Uwak dengan kesal.
Puncak kekecewaan Uwak juga terjadi saat salah satu pemainya diganjar kartu merah. Sehingga Uwak mempertanyakan standar ganda yang diterapkan wasit di lapangan. Pemain Kendal Tornado FC lanjut Uwak melakukan pelanggaran tidak dikasih kartu, sementara pemain PSS Sleman sekali melakukan langsung merah.
“Jangan sampai sepak bola kami dirusak hal-hal seperti ini. Kendal bermain bagus, tapi pertandingan yang enak ditonton ini tetap dikerjain meski kami main dengan 10 orang. Ini luar biasa,” lontarnya.
Tak hanya soal kartu merah, dianulirnya gol kedua PSS Sleman oleh Video Assistant Referee (VAR) juga menambah luka. Uwak menyebut keputusan tersebut tidak mutlak dan membingungkan pemain di lapangan.
“Percuma kita ikut workshop sebelum pertandingan tentang fair play jika kenyataannya seperti ini. Capek kami melatih pemain,” lontarnya.
Atas berbagai macam drama tersebut, Uwak meminta PT. Liga Indonesia Batu (LIB) juga harus bisa koreksi diri. Jangan hanya pemain atau pelatih yang dihukum, tapi wasit yang melakukan kesalahan fatal juga harus ada punishment-nya.
“Rusak sepak bola kita kalau begini terus,” bebernya.
Senada dengan sang pelatih, bek PSS Sleman Kevin Gomes juga mengaku terpukul dengan hasil ini. Meski demikian, pemain berusia 27 tahun ini mengapresiasi daya juang rekan-rekannya yang terus menekan hingga detik terakhir meski bermain dengan 10 orang.
“Jujur kami sangat kecewa. Kami sempat mencoba menyamakan kedudukan jadi 2-2 tapi dianulir. Kami harus fokus pada diri sendiri dan segera bangkit untuk warga Sleman,” tandasnya. (ayu).
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *