Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Razzi Taruna Ungkap Alasan PSIM Jogja Belum Agresif di Bursa Transfer Paruh Musim Super League

66
×

Razzi Taruna Ungkap Alasan PSIM Jogja Belum Agresif di Bursa Transfer Paruh Musim Super League

Sebarkan artikel ini
Manajer tim PSIM Jogja Razzi Taruna (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA – Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna buka suara terkait belum agresifnya Laskar Mataram di bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Ia menegaskan, keputusan manajemen bukan tanpa perhitungan, melainkan berkaitan dengan kondisi anggaran tim yang sejak awal musim sudah terserap serta fokus PSIM sebagai tim promosi untuk bertahan nyaman di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Bursa Transfer Paruh Musim Super League 2025/2026 Resmi Dibuka

Bursa transfer paruh musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 resmi dibuka sejak 10 Januari dan akan berlangsung hingga 6 Februari mendatang. Sejumlah klub mulai bergerak cepat mendatangkan pemain anyar demi memperkuat skuad menghadapi putaran kedua kompetisi.

Namun di tengah dinamika tersebut, PSIM Jogja memilih bersikap lebih tenang dan belum menunjukkan aktivitas signifikan dalam mendatangkan pemain baru.

PSIM Jogja Masih Tenang, Razzi Taruna Jelaskan Alasannya

Razzi Taruna memastikan, langkah PSIM Jogja yang belum agresif di bursa transfer bukan disebabkan kendala finansial. Menurutnya, kebutuhan anggaran tim sejatinya sudah terpenuhi sejak awal musim kompetisi.

“Ada (dana masuk), pasti ada dong. Kan gini, memang pastinya ada dari kita melepas pemain pasti ada budget yang di-save dalam tanda kutip,” ujar Razzi, Selasa (13/1).

Tiga Pemain Dilepas, Skuad PSIM Kini Berjumlah 26 Pemain

Alih-alih mendatangkan pemain baru, PSIM justru telah melepas tiga pemain dari skuad utama. Iksan Chan dan Diandra Diaz dipinjamkan ke FC Bekasi City hingga akhir musim, sementara Rafael Rodrigues atau Rafinha resmi dilepas ke PSIS Semarang.

Dengan keluarnya tiga nama tersebut, jumlah pemain PSIM Jogja saat ini tersisa 26 pemain.

Dana dari Pelepasan Pemain Sudah Terserap Rekrutmen Awal Musim

Razzi menjelaskan, ruang anggaran yang tersedia dari pelepasan pemain sejatinya sudah terserap lebih dulu oleh rekrutmen pemain pada awal musim.

“Sebetulnya dari awal kita memang ambil Anton dan Donny pun itu juga sudah melebihi budget. Jadi memang secara budget memang sudah memenuhi,” lanjutnya.

Pemain yang dimaksud adalah Anton Fase dan Donny Warmerdam, yang menurut manajemen PSIM telah melampaui proyeksi anggaran awal klub.

Fokus PSIM Jogja Maksimalkan Skuad Demi Bertahan di Super League

Dengan kondisi tersebut, manajemen PSIM memilih untuk memaksimalkan skuad yang ada saat ini. Target utama klub adalah bertahan dengan aman di Super League tanpa harus memaksakan belanja pemain di paruh musim.

“Balik lagi karena target kita juga bertahan dengan nyaman, saat ini tim yang kita punya ini kita maksimalkan,” tegas Razzi.

Sebagai Tim Promosi, PSIM Masih Dalam Tahap Belajar

Razzi juga menyinggung ekspektasi publik dan suporter terhadap PSIM Jogja sebagai tim promosi. Menurutnya, harapan tinggi adalah hal yang wajar, namun perlu diimbangi dengan pemahaman bahwa klub masih dalam proses belajar di level tertinggi sepak bola nasional.

“Bukan berarti kita enggak boleh berharap lebih tinggi, boleh kok. Saya pun juga sama, tapi kita juga harus ingat kita ini tim promosi, kita masih belajar,” ungkapnya.

Pengalaman Baru bagi Manajemen PSIM Jogja

Ia turut mengaitkan kondisi tersebut dengan pernyataan Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno, yang sebelumnya menyebut Super League sebagai pengalaman baru bagi manajemen klub.

“Ini hal yang baru buat Cici (Liana Tasno). Begitu pun juga buat saya, buat tim PSIM juga. Ini hal yang baru buat kita semua berkompetisi di kasta tertinggi ini,” katanya.

Razzi Taruna: PSIM Tetap Bermimpi, Tapi Harus Bertahap

Meski realistis, Razzi menegaskan PSIM Jogja tetap membuka ruang untuk bermimpi dan berkembang lebih jauh. Namun proses tersebut harus dijalani secara bertahap, mengingat ketatnya persaingan di Super League.

“Ekspektasinya bukan berarti kita enggak boleh bermimpi, boleh. Kita juga pengen bisa lebih baik dari yang sekarang, tapi ya balik lagi kita tim promosi. Kita harus pelan-pelan dan belajar untuk bisa bersaing dengan tim-tim papan atas,” tandasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *