Debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid berakhir pahit. Los Blancos tersingkir dari Copa del Rey setelah kalah dramatis 2-3 dari Albacete, tim divisi dua, dalam laga yang berlangsung di Estadio Carlos Belmonte, Kamis (15/1) dini hari WIB.
Gol penentu kemenangan Albacete dicetak Jefte Betancor pada menit ke-94, hanya tiga menit setelah Gonzalo Garcia sempat menghidupkan harapan Real Madrid lewat sundulan di menit ke-91.
Kekalahan ini menjadi kemenangan pertama Albacete atas Real Madrid sepanjang sejarah pertemuan kedua tim.
Arbeloa Ambil Tanggung Jawab Penuh
Usai laga, Alvaro Arbeloa secara terbuka mengakui tanggung jawab atas hasil mengecewakan tersebut. Ia membela keputusannya merotasi tim dan mengistirahatkan sejumlah pemain inti.
“Di klub ini, hasil imbang saja sudah dianggap buruk, apalagi kekalahan seperti ini,” ujar Arbeloa dalam konferensi pers.
“Ini sangat menyakitkan, terlebih melawan tim dari divisi bawah. Kami jelas harus meningkatkan performa.”
Arbeloa menegaskan seluruh keputusan teknis berada di tangannya, mulai dari pemilihan pemain hingga strategi permainan.
“Saya yang bertanggung jawab. Saya memilih tim, cara bermain, dan pergantian pemain. Kami akan berusaha memulihkan kondisi fisik dan mental untuk laga berikutnya,” tegasnya.
Banyak Pemain Inti Dicadangkan
Dalam laga ini, Arbeloa mencoret sejumlah nama besar dari skuad, termasuk:
-
Thibaut Courtois
-
Jude Bellingham
-
Aurelien Tchouameni
-
Alvaro Carreras
-
Rodrygo
-
Kylian Mbappe
Meski keputusan tersebut menuai kritik, Arbeloa tetap yakin dengan pilihannya.
“Saya yakin dengan skuad ini. Tidak mudah menjalankan semua instruksi hanya setelah satu hari bekerja,” katanya.
“Saya tidak menyesali apa pun. Jika harus mengulang, saya akan memilih tim yang sama.”
Tekanan Berat di Awal Kepelatihan
Kekalahan ini datang hanya tiga hari setelah Real Madrid dibantai Barcelona di final Supercopa Spanyol di Jeddah, Arab Saudi. Hasil tersebut menjadi pemicu pemecatan Xabi Alonso, yang kemudian digantikan Arbeloa.
Sebelumnya, Real Madrid juga nyaris tersingkir di babak 32 besar Copa del Rey dan baru menang 3-2 atas Talavera de la Reina—tim divisi tiga—berkat dua gol Kylian Mbappe.
Fokus Perbaikan Fisik, Bukan Beban Berkurang
Arbeloa menolak anggapan bahwa tersingkirnya Real Madrid dari Copa del Rey bisa menjadi keuntungan karena mengurangi jadwal pertandingan.
“Kalah tidak pernah menjadi hal yang melegakan di Real Madrid,” tegasnya.
“Kami punya banyak pekerjaan rumah secara fisik. Itulah mengapa Antonio Pintus ada di sini, kami membutuhkannya.”
Emosi Pecah di Akhir Laga
Peluit panjang diwarnai suasana emosional. Para pemain Albacete melakukan putaran kehormatan merayakan kemenangan bersejarah, sementara mantan bek Real Madrid, Jesus Vallejo, terlihat meninggalkan lapangan sambil menangis.(radarjogja)
















