mainbola.co— Manajemen PSIM Jogja kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan dampak positif di luar lapangan melalui program sosial PSIM Empathy putaran kedua bertema Self Love to Share Love.
Kegiatan bertajuk Second Session: Giving and Empathy Day: Love in Action ini digelar bersama anak-anak di Panti Asuhan Putri RM Suryowinoto sebagai bagian dari agenda rutin klub dalam membangun kepedulian sosial.
Direktur Utama Yuliana Tasno hadir langsung didampingi dua pemain tim utama, Harlan Suardi dan Andy Setyo. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan moral sekaligus bentuk nyata kedekatan klub dengan masyarakat.
Dalam sambutannya, Yuliana menekankan pentingnya kepercayaan diri dan penghargaan terhadap diri sendiri, khususnya bagi perempuan muda.
“Kalian berharga, kalian hebat, dan kalian berhak menyayangi diri kalian sendiri apa adanya,” ujarnya di hadapan anak-anak panti, Senin (23/2).
Ia juga menyoroti hubungan antara mimpi besar dan kerja keras sebagai kunci meraih kesuksesan.
“Mimpi besar adalah hak setiap perempuan, serta latar belakang kita tidak sepenuhnya bisa menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah,” tutur Liana.
Menurutnya, mimpi harus disertai komitmen dan usaha konsisten agar bisa terwujud.
“Jika kita berani bermimpi, mau berusaha, dan terus berkomitmen, kita pasti bisa menjadi apa pun sesuka hati kita,” tambah Liana.
Pemain Berbagi Kisah Inspiratif
Selain motivasi dari manajemen, sesi Meet and Greet menjadi momen spesial ketika para pemain berbagi kisah perjalanan karier mereka menuju level profesional.
Harlan mengungkapkan dukungan keluarga sebagai fondasi penting kesuksesannya.
“Keluarga saya dan orang-orang terdekat selalu mendukung dan memotivasi saya sejak kecil agar bisa meraih cita-cita saya sebagai pemain sepak bola profesional,” ungkapnya.
Sementara itu, Andy menceritakan tantangan awal saat memutuskan menekuni dunia sepak bola, termasuk keraguan dari orang tua.
“Awalnya orang tua sempat ragu ketika saya bilang pengen jadi pemain bola. Lalu akhirnya saya bisa membuktikan niat saya sehingga bisa menjadi seperti sekarang,” ucapnya.
Komitmen Klub di Luar Lapangan
Program PSIM Empathy menjadi bagian dari strategi klub membangun citra positif sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga edukasi karakter, motivasi hidup, dan penguatan mental generasi muda.
Langkah ini mempertegas bahwa klub sepak bola tidak hanya berperan sebagai institusi olahraga, melainkan juga agen perubahan sosial yang membawa inspirasi bagi masyarakat.
















