mainbola.co – Stadion Santiago Bernabeu akan menjadi panggung penentuan saat Real Madrid menjamu Benfica pada leg kedua playoff Liga Champions UEFA, Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB.
Los Blancos membawa keunggulan agregat 1-0 setelah menang di Portugal lewat gol Vinicius Junior. Namun laga ini diprediksi jauh dari kata mudah karena faktor teknis, mental, dan situasi panas yang membayangi pertemuan kedua tim.
Tensi Tinggi Usai Insiden Rasial
Sorotan tertuju pada Vinicius setelah dugaan pelecehan rasial dari pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, di leg pertama. Situasi ini membuat pelatih Alvaro Arbeloa harus memastikan kondisi psikologis sang winger sebelum menentukan susunan akhir tim.
“Pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, disebut akan memastikan kondisi mental Vinicius benar-benar siap sebelum memutuskan komposisi akhir timnya.”
Benfica Tanpa Mourinho di Pinggir Lapangan
Tim tamu datang dengan kepercayaan diri setelah menang 3-0 di liga domestik, tetapi mereka kehilangan sosok penting di sisi lapangan. Pelatih Jose Mourinho dipastikan absen akibat kartu merah di leg pertama.
Absennya Mourinho dinilai berpotensi memengaruhi manajemen taktik saat laga berjalan, terutama jika Benfica tertinggal atau butuh perubahan strategi cepat.
Statistik dan Fakta Kunci
Beberapa data penting jelang laga:
-
Madrid memenangi 22 dari 23 laga Eropa ketika unggul di leg pertama.
-
Benfica unggul head-to-head historis: 3 kemenangan vs 2 milik Madrid.
-
Madrid menang 5 dari 6 laga kandang terakhir melawan klub Portugal.
-
Benfica kalah 6 dari 8 laga terakhir melawan klub Spanyol.
-
Madrid baru saja kalah 1-2 dari Osasuna di liga.
Kondisi Skuad
Real Madrid
Absen: Rodrygo (skorsing), Jude Bellingham, Eder Militao, Dani Ceballos (cedera)
Diragukan: Dean Huijsen
Kunci: Vinicius memburu gol kelima beruntun bersama Kylian Mbappe di lini depan.
Benfica
Absen: Prestianni (skorsing UEFA), Joao Veloso (cedera)
Kunci: striker tajam Vangelis Pavlidis yang sudah mencetak 28 gol musim ini.
Prediksi Susunan Pemain
Real Madrid (4-4-2)
Thibaut Courtois; Alexander-Arnold, Asencio, Antonio Rudiger, Carreras; Federico Valverde, Guler, Aurelien Tchouameni, Guler; Mbappe, Vinicius.
Benfica (4-2-3-1)
Trubin; Dedic, Araujo, Otamendi, Dahl; Rios, Aursnes; Lukebakio, Rafa Silva, Schjelderup; Pavlidis.
Analisis Pertandingan
Secara kualitas individu dan pengalaman Liga Champions, Madrid masih unggul. Kecepatan Vinicius dan Mbappe di lini depan menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Benfica yang cenderung bermain dengan garis tinggi.
Namun, Benfica punya modal psikologis dari sejarah—mereka pernah menundukkan Madrid 5-3 di final Piala Eropa 1962. Selain itu, efektivitas Pavlidis di kotak penalti bisa menjadi penyeimbang jika Madrid lengah.
Kunci laga kemungkinan berada pada lini tengah: bila Valverde dan Tchouameni mampu mengontrol tempo, Madrid akan mendikte permainan. Jika tidak, Benfica bisa memanfaatkan transisi cepat.
Prediksi Skor
Madrid diperkirakan tetap dominan di kandang meski kehilangan beberapa pemain inti. Kedalaman skuad dan pengalaman fase gugur menjadi faktor pembeda.
Prediksi akhir: Real Madrid 2-1 Benfica (Agregat 3-1)
















