mainbola.co – Liverpool tampil impresif saat menggulung West Ham United dengan skor 5-2 di Anfield dalam lanjutan Premier League. Kemenangan ini mendongkrak peluang The Reds untuk finis di empat besar dan mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA musim depan.
Transformasi signifikan ditunjukkan pasukan Arne Slot. Jika pada awal musim Liverpool kerap bermasalah dalam situasi bola mati, kini justru skema tersebut menjadi senjata mematikan.
Tiga Gol dari Sepak Pojok, Catat Rekor Bersejarah
Pada babak pertama, Hugo Ekitike, Virgil van Dijk, dan Alexis Mac Allister sama-sama mencetak gol melalui situasi sepak pojok. Liverpool menjadi tim kedua dalam sejarah Premier League yang mampu mencetak tiga gol dari sepak pojok dalam satu laga, menyamai rekor Manchester United pada 2016.
Gol pembuka lahir saat Ryan Gravenberch mengirim umpan pendek kepada Hugo Ekitike yang melepaskan tembakan dengan sedikit defleksi melewati Konstantinos Mavropanos dan mengecoh Mads Hermansen. Itu menjadi gol ke-16 Ekitike musim ini dan ke-11 di liga. Di daftar top skor, namanya hanya kalah dari Erling Haaland, Igor Thiago, dan Antoine Semenyo.
Van Dijk kemudian menggandakan keunggulan lewat sundulan dari sepak pojok melengkung Dominik Szoboszlai. Bek asal Belanda itu kini telah mencetak lima gol musim ini, menyamai torehan musim lalu.
Mac Allister menutup pesta gol babak pertama setelah menyambar bola hasil sundulan Ekitike dari sepak pojok Mohamed Salah dengan tendangan voli keras.
West Ham Sempat Bangkit, Liverpool Tetap Terkendali
West Ham sempat memberikan perlawanan. Tomas Soucek memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan umpan silang rendah Malick Diouf di awal babak kedua. Taty Castellanos juga sempat menumbuhkan asa tim tamu 15 menit jelang bubaran.
Namun Cody Gakpo yang sebelumnya gagal dalam delapan laga terakhir akhirnya mencetak gol liga dan meredakan tekanan. Gol bunuh diri Axel Disasi kemudian memastikan kemenangan 5-2 bagi tuan rumah.
West Ham sendiri kini hanya sekali menang dalam 59 kunjungan ke Anfield, statistik yang kembali menegaskan dominasi Liverpool di kandang.
Performa Bola Mati Jadi Kunci Kebangkitan
Menariknya, pada pergantian tahun Liverpool sempat memiliki rekor keseimbangan bola mati terburuk yang berujung pada pemecatan pelatih Aaron Briggs. Namun sejak Hari Tahun Baru, The Reds mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan tiga gol dari situasi tersebut — menjadi yang terbaik di antara tim papan atas dalam periode itu.
Arne Slot sebelumnya berpendapat bahwa kesulitan tim di paruh pertama musim hanya disebabkan oleh nasib buruk. Kini performa Liverpool menunjukkan perubahan signifikan, bahkan meski expected goals (xG) babak pertama laga ini hanya 0,7.
Tambahan tiga poin membuat Liverpool menyamai poin Manchester United di posisi keempat, hanya terpaut selisih gol tipis. Dengan momentum positif ini, peluang The Reds untuk kembali ke Liga Champions semakin terbuka lebar.
















