mainbola.co – Jeda kompetisi yang cukup panjang dimanfaatkan PSS Sleman untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim. Meski kompetisi berhenti sementara, para pemain tetap menjalani program latihan rutin dengan disiplin dan intensitas tinggi.
Jeda yang berlangsung hampir satu bulan ini tidak disia-siakan oleh tim pelatih Super Elja. Alih-alih memberikan libur panjang, skuad PSS justru tetap digembleng melalui sesi latihan reguler guna memperbaiki berbagai kekurangan tim.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan tim pelatih di semua lini, mulai dari aspek teknik, taktik, fisik, hingga mental pemain.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis menilai masa jeda kompetisi merupakan momentum penting untuk membenahi performa tim, terutama terkait konsistensi permainan sepanjang pertandingan.
“Secara overall ya dari segi fisik kami juga harus tingkatkan. Karena sepak bola tidak cuma 45 menit, itu 2 x 45 menit,” bebernya, Selasa (10/3/2026).
Pelatih kelahiran Tebingtinggi, Sumatera Utara yang akrab disapa Uwak itu menegaskan bahwa timnya tidak boleh hanya tampil bagus dalam satu babak saja. Konsistensi selama 90 menit menjadi fokus utama pembenahan.
Karena itu, seluruh komponen dasar yang harus dimiliki pesepak bola profesional kini menjadi perhatian serius tim pelatih. Tidak hanya soal teknik dan taktik permainan di lapangan, tetapi juga kekuatan fisik serta mental pemain.
“Jadi semua aspek harus kami evaluasi. Mulai teknik, taktikal kami juga, fisik kami, dan terutama mental,” cetusnya.
Melalui evaluasi tersebut, Ansyari berharap PSS Sleman dapat tampil lebih siap saat kompetisi kembali bergulir. Pasalnya, Dominikus Dion dan rekan-rekannya masih akan menghadapi enam pertandingan krusial yang menentukan perjalanan tim di sisa musim.
Dengan persiapan yang lebih matang selama jeda kompetisi, PSS Sleman menargetkan performa yang lebih stabil dan konsisten demi meraih hasil maksimal pada laga-laga penentu mendatang.
















