JOGJA – PSIM Jogja kembali terjerat masalah klasik: dominan tanpa hasil. Laskar Mataram harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor tipis 0-1 pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Kamis (30/4/2026) sore.
Kekalahan ini tidak hanya membuat PSIM kehilangan tiga poin penting, tetapi juga memperpanjang tren buruk saat bermain di kandang sendiri.
Gol Cepat Jadi Pembeda
Pertandingan dimulai dengan tempo hati-hati. Namun, kelengahan lini belakang PSIM langsung berbuah petaka.
Baru lima menit laga berjalan, Aleksa Andrejic berhasil memanfaatkan celah sempit di pertahanan tuan rumah. Ia lolos dari kawalan dan menaklukkan kiper Cahya Supriadi untuk membawa Persita unggul 1-0.
Gol cepat tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan.
Dominasi Tanpa Ketajaman
Tertinggal satu gol, PSIM mencoba merespons dengan meningkatkan penguasaan bola dan intensitas serangan. Namun, dominasi tersebut tidak diiringi efektivitas di lini depan.
Serangan demi serangan kerap terhenti di sepertiga akhir. Minim kreativitas membuat lini pertahanan Persita relatif nyaman mengamankan keunggulan.
Memasuki babak kedua, PSIM bahkan hampir sepenuhnya menguasai permainan. Sebaliknya, Persita memilih bermain pragmatis dengan bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik.
Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Jean Paul van Gastel tidak mampu memberikan perubahan signifikan. Aliran bola PSIM tetap mudah dibaca dan kehilangan arah di area final third.
Penalti Gagal, PSIM Tetap Tertekan
Ironisnya, peluang emas justru dimiliki Persita pada menit ke-82 melalui titik penalti.
Namun, eksekusi Pablo Ganet berhasil digagalkan oleh Cahya Supriadi. Meski demikian, momen tersebut semakin menegaskan rapuhnya lini pertahanan PSIM saat menghadapi tekanan langsung.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Nendi Rohaendi, skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan Persita Tangerang.
Puasa Kemenangan Kandang Berlanjut
Hasil ini memperpanjang catatan buruk PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung. Terakhir kali Laskar Mataram meraih kemenangan di kandang terjadi pada 4 Januari 2026 saat menghadapi Semen Padang.
Artinya, hampir empat bulan PSIM gagal meraih kemenangan di kandang sendiri—situasi yang menjadi alarm serius bagi tim yang menargetkan posisi kompetitif di klasemen.
Selain itu, PSIM juga gagal membalas kekalahan telak 0-4 dari Persita pada putaran pertama di Tangerang.
Alih-alih menunjukkan perkembangan, performa PSIM justru mengindikasikan stagnasi yang belum terpecahkan hingga pekan ke-30.
















