Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Championship

De Red FC Resmi Bermarkas di Surabaya, Persis Solo Punya Rival Baru di Pegadaian Championship 2026/2027

13
×

De Red FC Resmi Bermarkas di Surabaya, Persis Solo Punya Rival Baru di Pegadaian Championship 2026/2027

Sebarkan artikel ini
Logo tim Championship De Red FC.

Peta persaingan Pegadaian Championship 2026/2027 Grup Timur dipastikan semakin panas. Persis Solo kini mendapat pesaing baru setelah Dejan FC resmi bertransformasi menjadi de Red FC sekaligus memindahkan markas dari Depok, Jawa Barat, ke Surabaya.

Keputusan tersebut disahkan dalam Kongres PSSI 2026 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (3/8). De Red FC akan menggunakan Stadion Gelora 10 November Tambaksari sebagai kandang, sementara Persebaya Surabaya tetap bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo.

Transformasi tersebut bukan sekadar pergantian nama. CEO de Red FC Daniel Rohi mengatakan, klubnya ingin membangun identitas baru yang berakar di Jawa Timur dengan visi jangka panjang, yakni melahirkan pemain muda berkualitas sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola nasional.

“Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama. Ini adalah awal dari sebuah visi baru. Kami ingin membangun klub yang tumbuh bersama masyarakat Jawa Timur, menjadi bagian dari ekosistem sepak bola Surabaya, serta memberikan kontribusi nyata melalui pembinaan pemain muda,” ujar Daniel.

Menurut Daniel, Surabaya dipilih sebagai rumah baru karena memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola Indonesia. Kota Pahlawan dinilai memiliki budaya sepak bola yang kuat, kompetisi usia muda yang hidup, akademi yang terus berkembang, hingga dukungan masyarakat yang besar terhadap sepak bola.

“Surabaya memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kota ini memiliki tradisi yang kuat, ekosistem pembinaan yang hidup, dan masyarakat yang mencintai sepak bola dengan sepenuh hati. Kami melihat potensi besar tersebut dan ingin ikut menjadi bagian dari perjalanan panjang sepak bola Surabaya,” katanya.

Meski bermarkas di Surabaya, Daniel menegaskan kehadiran de Red FC bukan untuk menjadi rival Persebaya atau menggantikan posisi klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut. Sebaliknya, mereka ingin memperkuat ekosistem sepak bola yang telah terbentuk.

“Kami datang dengan penuh rasa hormat. Kami percaya kemajuan sepak bola tidak dibangun oleh satu klub saja. Semakin banyak klub yang berkomitmen terhadap pembinaan pemain muda, semakin besar peluang lahirnya pemain-pemain berkualitas bagi Jawa Timur dan Indonesia,” ujarnya.

Sebagai bagian dari transformasi itu, de Red FC menjadikan pembinaan pemain muda sebagai fondasi utama pembangunan klub. Talenta-talenta dari Surabaya, Jawa Timur, hingga daerah lain diproyeksikan mendapat kesempatan berkembang menuju level profesional.

Komitmen tersebut diperkuat dengan penunjukan Aji Santoso sebagai pelatih kepala. Sosok yang dikenal sukses melahirkan banyak pemain muda itu dinilai memiliki filosofi yang sejalan dengan arah pembangunan klub.

“Kami merasa sangat beruntung dapat bekerja sama dengan Coach Aji Santoso. Filosofi beliau dalam membina pemain muda sangat sejalan dengan arah pembangunan de Red FC. Kami ingin membangun klub yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menjadi tempat lahirnya pemain-pemain masa depan Indonesia,” jelas Daniel.

Daniel menambahkan, perubahan identitas menjadi de Red FC tidak menghapus sejarah Dejan FC. Menurutnya, transformasi tersebut merupakan kelanjutan perjalanan klub dengan identitas yang lebih dekat dengan masyarakat Jawa Timur.

“Kami ingin dikenal bukan hanya karena nama klub, tetapi karena kontribusinya. Kami berharap de Red FC dapat tumbuh bersama masyarakat Surabaya, menjadi bagian dari perkembangan sepak bola Jawa Timur, dan turut melahirkan generasi baru pemain Indonesia yang berprestasi,” pungkasnya.

Bagi Persis Solo, kehadiran de Red FC membuat persaingan di Grup Timur semakin kompetitif. Selain sama-sama membidik tiket promosi ke kasta tertinggi, kedua klub juga diprediksi akan menjadi sorotan karena sama-sama membangun kekuatan baru jelang musim 2026/2027. Rivalitas keduanya diyakini menjadi salah satu warna baru dalam persaingan Pegadaian Championship musim ini.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *