Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
IndonesiaSuper League

Akurasi Tembakan Pemain PSIM Jogja yang Belum Optimal Jadi Sorotan Tim Pelatih

29
×

Akurasi Tembakan Pemain PSIM Jogja yang Belum Optimal Jadi Sorotan Tim Pelatih

Sebarkan artikel ini
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel menyoroti tembakan pemainnya yang masih banyak tidak akurat. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA – Produktivitas gol PSIM Jogja dalam lima laga terakhir BRI Super League 2025/2026 masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih.

Meski mampu mencatatkan jumlah tembakan yang cukup tinggi pada setiap pertandingan, akurasi tembakan pemain dinilai masih belum optimal.

Dalam lima laga terakhir, PSIM total melepaskan 70 tembakan. Namun hanya 22 di antaranya yang benar-benar mengarah ke gawang.

Dari banyaknya percobaan itu, Laskar Mataram hanya mampu menghasilkan lima gol.

Rinciannya, saat menghadapi Bhayangkara FC, PSIM mencatatkan 11 tembakan dengan hanya dua yang tepat sasaran. Kontra Persija Jakarta, dari total 11 tembakan, lima mengarah ke gawang.

Menghadapi Persijap Jepara, PSIM mencatatkan 17 tembakan dan hanya lima on target. Lalu melawan PSBS Biak, dari 15 tembakan, empat tepat sasaran.

Terakhir saat bersua Semen Padang, PSIM melepaskan 16 tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang.

Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel tidak menampik bahwa aspek penyelesaian akhir dan akurasi tembakan masih menjadi sorotan utama dari anak asuhnya.

“Bagi saya ini adalah soal teknik dan cara pemain menembak ke gawang. Anda harus mencoba menembak on target.

Saya rasa, kami harus berbenah di bagian itu, dan saya melihat ada beberapa pemain yang kualitas atau teknik menendangnya masih kurang,” ujarnya kemarin (5/1).

Pelatih asal Belanda itu menyebut, upaya penyempurnaan sudah dilakukan melalui sesi latihan.

Menurutnya, tembakan tepat sasaran bukan hanya soal peluang gol langsung, tetapi juga bisa membuka kesempatan dari bola rebound atau bola muntah.

“Sebenarnya kami sudah melatih ini dalam latihan. Anda harus mencoba menembak tepat sasaran karena jika tidak gol, mungkin ada bola rebound atau terjadi perebutan bola di depan gawang lawan yang bisa dimanfaatkan,” lanjutnya.

Dengan nada sedikit bercanda, Van Gastel juga menyoroti banyaknya tembakan PSIM yang masih melambung jauh dari target dan mengarah ke atas.

“Kami melakukan banyak percobaan tembakan, tapi arahnya melambung. Saya melihat banyak burung berterbangan dari langit,” kelakarnya.

Ke depan Van Gastel berharap akurasi tembakan para pemain bisa meningkat, sehingga sejalan dengan jumlah peluang yang bisa diciptakan tim di setiap pertandingan. (Fahmi Fahriza)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *