SLEMAN – Informasi pahit diterima masyarakat sepak bola Bumi Sembada. Harapan manajemen PSS Sleman untuk mendapatkan keringanan sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya pupus sudah. Upaya banding yang manajemen terkait insiden kericuhan saat menjamu Barito Putera FC resmi ditolak oleh Komite Banding PSSI.
Berdasarkan surat keputusan Nomor 001/KEP/KB PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/II/2026 , PSSI memilih untuk memperkuat keputusan Komdis sebelumnya. Dan, PSS Sleman tetap harus menerima konsekuensi berat disisa kompetisi musim ini.
Sanksi Berlaku di Putaran Ketiga
Akibat penolakan banding ini, pemandangan berbeda akan terlihat di Maguwoharjo International Stadium (MagIS) . Tribun utara dan tribun selatan dipastikan bakal kosong melompong dalam empat laga kandang berturut-turut pada putaran ketiga mendatang.
Selain penutupan tribun, manajemen Laskar Sembada juga diwajibkan membayar denda administrasi sebesar Rp 60 juta . Poin krusial dalam keputusan tersebut termasuk adanya tingkah laku buruk penonton pada laga yang berlangsung 31 Januari 2026 lalu.
“Banding PSS Sleman ditolak seluruhnya. Kami menguatkan keputusan Komdis dengan perbaikan pada kualifikasi pelanggaran,” ucap Executive Representative PSS Sleman Vita Subiyakti, Selasa (10/2) malam.
Aturan Ketat: Nonton Tanpa Atribut
Meski dua tribun utama suporter ditutup, Vita menjelaskan bahwa penonton sebenarnya masih diperbolehkan hadir di tribun lain yang tidak terkena sanksi. Namun, ada syarat ketat yang harus dipatuhi:
- Dilarang keras menggunakan atribut PSS Sleman dalam bentuk apa pun.
- Dilarang membawa bendera, syal, atau identitas klub ke dalam stadion.
- Ketentuan ini berlaku selama masa sanksi empat laga kandang tersebut berjalan.
“PSS Sleman menghormati, mematuhi, dan akan melaksanakan seluruh ketentuan dalam putusan banding tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegas Vita.
Komitmen Perbaikan dan Kondusivitas
Pihak manajemen menjadikan momentum pahit ini sebagai bahan evaluasi besar. Vita mengajak seluruh elemen suporter, mulai dari BCS hingga Slemania, untuk saling menjaga kondusivitas demi masa depan klub.
“Ini demi keberlangsungan kompetisi dan nama baik klub yang kita cintai bersama,” tandas Vita
Dengan kesimpulan ini, dukungan suporter PSS Sleman ditantang untuk tetap solid meski tanpa atribut dan terpisah dari tribun biasanya. Kondusivitas di dalam maupun luar stadion kini menjadi harga mati agar sanksi serupa tidak terulang kembali. (rizky wahyu)
















