mainbola.co – Gelandang asing PSIM Jogja asal Belanda, Donny Warmerdam, mengaku mulai jatuh hati dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Meski hingga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 belum melakoni debut bersama Laskar Mataram, Donny merasakan perbedaan signifikan dibandingkan kompetisi di negaranya.
Didatangkan pada awal musim, Donny belum bisa langsung memperkuat PSIM Jogja lantaran mengalami cedera patah tulang (fracture weber) di pergelangan kaki kiri. Cedera tersebut ia alami tak lama setelah tiba di Jogja, sehingga memaksanya fokus menjalani pemulihan dan absen dari lapangan hijau.
Baca Juga: PSIM Jogja Siapkan Strategi Lebih Matang Musim Depan, Razzi Taruna: Target Pasti Naik
Sejak saat itu, pemain berusia 29 tahun tersebut lebih sering memantau pertandingan PSIM dari pinggir lapangan. Meski belum merasakan langsung tensi pertandingan di atas rumput, Donny mengaku sudah bisa menangkap kuatnya atmosfer sepak bola Indonesia.
“Saya memang belum bermain, jadi belum tahu rasanya di dalam lapangan. Tapi dari menonton saja sudah terlihat berbeda dengan di Belanda. Suporter di sini sangat militan, dan cara bermainnya juga punya karakter sendiri,” ujar Donny, Selasa (3/2).
Menurutnya, suasana pertandingan di Indonesia terasa jauh lebih hidup dan penuh emosi. Dukungan suporter yang intens justru membuatnya semakin tak sabar untuk segera pulih dan merasakan langsung atmosfer tersebut sebagai pemain.
“Saat menonton pertandingan, atmosfernya terasa sangat kuat. Itu membuat saya semakin ingin cepat bermain,” tambahnya.
Tak hanya soal atmosfer sepak bola, Donny juga menyinggung hubungannya dengan pelatih PSIM Jogja, Jean Paul van Gastel. Meski sama-sama berasal dari Belanda, Donny mengaku belum pernah bekerja sama secara langsung dengan sang pelatih sebelumnya.
“Saya belum pernah bekerja dengannya. Tapi saya tahu reputasinya dan pernah bermain melawannya saat masih membela De Graafschap,” ungkapnya.
Donny menilai, mengenal latar belakang dan reputasi Van Gastel di sepak bola Belanda cukup membantunya beradaptasi dengan lingkungan baru di PSIM, meskipun kerja sama mereka baru terjalin musim ini.
Saat ini, Donny masih menjalani program pemulihan bersama tim pelatih fisik PSIM Jogja. Ia berharap kondisinya segera membaik agar bisa bergabung penuh dalam latihan tim dan merasakan langsung kerasnya persaingan sepak bola Indonesia dari dalam lapangan.
“Saya ingin segera kembali ke lapangan dan merasakan sendiri bagaimana bermain di kompetisi ini,” pungkasnya.
(Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
















