mainbola.co – Gelandang asing andalan PSS Sleman, Frédéric Injaï, menjalani Ramadan pertamanya di Indonesia dengan penuh rasa syukur. Pemain asal Prancis tersebut mengaku nyaman beribadah di Jogjakarta dan memilih fokus meningkatkan keimanan selama bulan suci.
Bagi Injaï, suasana Ramadan di Jogja menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan tanah kelahirannya di Prancis. Meski jauh dari Paris dan keluarga besarnya di Eropa, pemain bernomor punggung 93 itu merasa telah menemukan rumah kedua di lereng Merapi.
“Ini adalah Ramadan pertama saya di Indonesia, tapi saya tahu semua akan baik-baik saja. Orang-orang di sini sangat ramah dan saya merasa sudah seperti di rumah sendiri,” katanya kepada Radar Jogja, Minggu (22/2).
Suasana Ramadan Jogja Lebih Hangat
Menurut Injaï, atmosfer Ramadan di Jogjakarta terasa jauh lebih hidup dibandingkan di Prancis. Sebagai minoritas Muslim di negaranya, ia biasanya merasakan Ramadan secara lebih personal dan tenang.
Namun di Jogja, ia merasakan nuansa kebersamaan yang kuat karena mayoritas masyarakat menjalankan ibadah puasa.
“Yang saya sukai adalah mayoritas orang di sini menjalankan ibadah Ramadan. Jadi saya benar-benar merasakan suasana bulan yang penuh berkah ini,” lontarnya.
Kondisi tersebut membuatnya merasa bahagia dan semakin termotivasi untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
Fokus Ibadah, Bukan Sekadar Kuliner
Berbeda dengan banyak orang yang antusias berburu takjil dan kuliner khas Ramadan, Injaï memilih jalan yang lebih sederhana. Ia tidak ingin menjadikan Ramadan sebagai ajang memanjakan selera, melainkan momentum refleksi diri.
“Saya tidak melakukan hal yang muluk-muluk. Saya hanya mencoba agar bisa menikmati kebersamaan dengan mereka (keluarga),” tuturnya.
Bagi Injaï, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi kesempatan memperbaiki diri secara spiritual.
“Saya punya prioritas seperti mencoba memperbaiki diri secara religius. Ya, fokus pada iman adalah prioritas saya,” tegasnya.
Puasa Bukan Penghalang Tampil Maksimal
Disinggung soal performa bersama PSS Sleman di kompetisi, Injaï memastikan puasa tidak menjadi hambatan untuk tetap tampil optimal di lapangan.
“Puasa tidak menghentikan saya untuk tetap bermain. Klub juga sangat suportif dan telah menyiapkan segala sesuatunya untuk memudahkan para pemain yang menjalankan ibadah selama Radaman,” tandasnya.
Dukungan manajemen klub membuatnya tetap percaya diri menjaga performa meski menjalani ibadah puasa penuh.
Ramadan pertama di Jogja pun menjadi pengalaman spiritual yang berkesan bagi Frédéric Injaï — bukan hanya sebagai pesepak bola profesional, tetapi juga sebagai pribadi yang ingin terus bertumbuh dalam keimanan.(https://radarjogja.jawapos.com/)
















