mainbola.co – Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan Laskar Mataram dalam laga tandang pekan ke-24 BRI Super League. PSIM Jogja sukses menahan imbang tuan rumah Semen Padang FC dengan skor kacamata 0-0 di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (4/3) malam.
Laga berjalan sengit sejak peluit pertama. Namun, petaka menghampiri PSIM pada menit ke-39. Gelandang Fahreza Sudin diganjar kartu merah langsung oleh wasit Naufal Adya usai melanggar keras Samuel Simanjuntak. Bermain dengan 10 orang memaksa pelatih Jean Paul van Gastel memutar otak.
“Sebelum kartu merah terjadi, permainan cukup seimbang. Kami sebenarnya bisa bermain jauh lebih baik seperti di laga sebelumnya. Tapi setelah kartu merah, permainan berubah dan kami praktis hanya bertahan,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai laga.
Meski digempur habis-habisan, pertahanan PSIM tetap kokoh. Van Gastel pun tak segan melempar pujian bagi anak asuhnya yang tampil Spartan.
“Saya mengagumi tim saya, semangat juang yang ditunjukkan. Kami sudah menunjukkan itu di beberapa laga sebelumnya saat tertinggal. Jadi bagi kami, hasil ini terasa sedikit seperti kemenangan,” tegas eks pelatih NAC Breda tersebut.
Strategi low block dengan lima bek diakui menjadi kunci sukses mencuri poin di Padang. Senada dengan pelatih, Riyatno Abiyoso menyebut disiplin adalah kunci.
“Setelah kartu merah, kami ubah strategi sesuai instruksi coach untuk lebih fokus bertahan dan bekerja lebih keras. Apresiasi untuk semua rekan-rekan yang berjuang maksimal mempertahankan poin di laga away ini,” kata pemain asal Purworejo tersebut.(radar jogja)
















