Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Jelang Putaran Kedua BRI Super League: Suporter PSIM Jogja Soroti Fokus Tim hingga Tiket Disabilitas

313
×

Jelang Putaran Kedua BRI Super League: Suporter PSIM Jogja Soroti Fokus Tim hingga Tiket Disabilitas

Sebarkan artikel ini
SALING PERCAYA: Sesi guyup sedulur atau pertemuan antara manajemen PSIM Jogja dengan perwakilan suporter. (Dokumen PSIM Jogja)

JOGJA – Menyongsong putaran kedua BRI Super League 2025/2026, dua kelompok suporter setia PSIM Jogja, Brajamusti dan The Maident, memberikan apresiasi sekaligus evaluasi mendalam bagi Laskar Mataram. Dalam forum dialog bertajuk Guyub Sedulur yang digelar di Monumen PSSI (Wisma PSIM), suporter menekankan pentingnya menjaga konsistensi agar tim tetap bersaing di papan atas.

Menjaga Konsistensi di Kasta Tertinggi

Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin, atau yang akrab disapa Thole, menyampaikan rasa bangganya atas performa PSIM yang kini bertengger di peringkat enam klasemen sementara. Sebagai tim promosi, capaian ini dinilai luar biasa.

“Saya mewakili Brajamusti dan rekan-rekan The Maident mengucapkan terima kasih dan salut kepada manajemen, tim pelatih, serta seluruh pemain atas kerja keras di putaran pertama,” ujar Thole, Jumat (16/1).

Meski begitu, Thole mengingatkan bahwa putaran kedua akan jauh lebih berat. Ia mempertanyakan langkah strategis manajemen untuk menjaga performa tim agar tidak melorot.

Update Bursa Transfer dan Strategi Tim

Menanggapi kekhawatiran suporter, Manajer First Team PSIM Jogja, Razzi Taruna, memastikan bahwa tim tetap mematok target optimal. Terkait rumor penambahan pemain di bursa transfer, Razzi menegaskan bahwa keputusan ada di tangan pelatih kepala, Jean Paul Van Gastel.

“Soal penambahan pemain, selain menimbang budget, kami sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada Van Gastel. Kami selalu melibatkan pelatih dalam proses keluar-masuk pemain,” jelas Razzi. Ia juga meminta suporter untuk terus memberikan dukungan positif dan kepercayaan penuh kepada proses yang sedang berjalan.

Inovasi Tiket Pelajar dan Akses Disabilitas

Selain urusan teknis di lapangan, isu inklusivitas stadion menjadi poin penting dalam diskusi tersebut. Ketua Umum The Maident, Rendy Agung Prasetya, mengusulkan agar manajemen lebih memperhatikan kelompok disabilitas dan pelajar.

“Kami menyarankan adanya alokasi tiket dan kursi khusus yang ramah bagi penyandang disabilitas. Selain itu, kami usulkan tiket kategori pelajar dengan harga lebih terjangkau untuk regenerasi suporter,” tutur Rendy.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menyambut baik usulan tersebut. Saat ini, fasilitas disabilitas sudah tersedia di Stadion Sultan Agung (SSA) di area VIP Utara dan di Stadion Mandala Krida pada tribun utara.

“Usulan tiket pelajar ini sangat bagus dan senada dengan program PSIM Goes to School. Aspirasi ini kami tampung dan akan segera dibahas mekanismenya di internal manajemen,” ungkap Wendy.

Komitmen Manajemen PSIM Jogja

Menutup forum, Dirut PSIM Jogja, Yuliana Tasno (Liana), menegaskan bahwa manajemen sangat terbuka terhadap kritik konstruktif. Dialog rutin seperti ini dianggap krusial untuk membangun klub yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami akan menampung dan menindaklanjuti semua saran serta kritik yang membangun demi kemajuan PSIM,” pungkas Liana.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *