mainbola.co – Klub Norwegia Bodo/Glimt menciptakan salah satu kejutan terbesar musim ini setelah menyingkirkan raksasa Italia Inter Milan di ajang Liga Champions. Dalam laga leg kedua playoff di San Siro, Rabu (25/2) dini hari, wakil Skandinavia itu menang 2-1 dan memastikan agregat 5-2.
Kemenangan tersebut langsung tercatat dalam sejarah: Bodo/Glimt menjadi tim Norwegia pertama yang pernah memenangkan pertandingan fase gugur Liga Champions sekaligus melaju ke babak 16 besar.
Perjalanan Sensasional Tim Kecil dari Utara
Musim debut mereka di kompetisi elite Eropa sudah penuh kejutan. Sebelumnya, Bodo/Glimt sukses menumbangkan Manchester City dan Atletico Madrid di fase liga. Namun kemenangan dua leg atas Inter — finalis musim lalu — menjadi pencapaian terbesar.
“Bisakah Anda percaya?” kata pelatih Kjetil Knutsen setelah laga. “Sebuah tim dari kota kecil di utara. Ini luar biasa,” imbuhnya.
Di babak berikutnya, mereka berpeluang menghadapi Manchester City atau Sporting CP.
Dua Gol Babak Kedua Bungkam San Siro
Setelah unggul 3-1 di leg pertama, Bodo/Glimt tampil disiplin menahan tekanan tuan rumah. Kesalahan bek Manuel Akanji pada menit ke-58 dimanfaatkan Ole Didrik Blomberg. Meski tembakannya ditepis kiper Yann Sommer, bola rebound langsung disambar Jens Petter Hauge menjadi gol pembuka.
Gol kedua datang pada menit ke-72 lewat Hakon Evjen, membuat sekitar 3.000 suporter tim tamu bersorak.
Bek Alessandro Bastoni sempat memperkecil skor untuk Inter, tetapi gol itu tak cukup mengubah keadaan.
Hauge kini mengoleksi enam gol di turnamen musim ini — rekor terbanyak pemain klub Norwegia dalam satu musim Liga Champions.
Statistik Mustahil yang Jadi Nyata
Menurut data Opta, sebulan lalu peluang Bodo/Glimt lolos ke 16 besar hanya 0,3% setelah meraih tiga poin dari enam laga fase liga. Namun rangkaian kemenangan mengejutkan mengubah segalanya.
Bahkan mereka menjadi tim pertama dari luar lima liga top Eropa (Inggris, Spanyol, Jerman, Italia, Prancis) yang meraih empat kemenangan beruntun melawan klub dari liga-liga tersebut sejak Ajax musim 1971/72 — musim yang berakhir dengan gelar juara bagi klub Belanda itu.
Inter Tumbang Meski Dominan di Serie A
Kekalahan ini terasa makin pahit bagi Inter karena mereka tengah memimpin Serie A dengan keunggulan 10 poin. Namun di panggung Eropa, skuad Nerazzurri tak mampu menembus disiplin permainan tim tamu.
“Ini merupakan perjalanan yang cukup panjang untuk sampai ke titik ini, dan ada begitu banyak orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan itu bersama-sama,” tambah Knutsen.
















