Laga big match antara PSIM Jogja vs Persebaya Surabaya di pekan perdana putaran kedua BRI Super League 2025/2026, Minggu (25/1), memicu antusiasme luar biasa. Menanggapi kabar simpang siur mengenai jumlah penonton di Stadion Sultan Agung (SSA), Panitia Pelaksana (Panpel) memberikan klarifikasi resmi.
Banyak suporter menganggap kuota 8.000 penonton adalah penurunan dari laga sebelumnya (9.000). Namun, Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar, menegaskan bahwa angka tersebut justru merupakan hasil perjuangan koordinasi yang intens.
Klarifikasi Kuota: Dari “Tanpa Penonton” Menjadi 8.000
Bagi Anda yang merasa kuota dikurangi, ada fakta penting yang perlu diketahui. Penentuan kuota tiket dilakukan secara dinamis per pertandingan, bukan angka tetap sepanjang musim.
“Persepsinya kita samakan dulu. Untuk laga PSIM vs Persebaya ini, awalnya sempat ada info direkomendasikan tanpa penonton. Tapi setelah komunikasi intens dengan kepolisian, kita dipercaya menghadirkan 8.000 penonton,” jelas Wendy Umar (23/1).
Jadi, secara teknis, kuota kali ini adalah kenaikan dari nol ke 8.000, bukan penurunan dari 9.000.
Info Tiket dan Cara Pembelian
Untuk menjaga keamanan dan meminimalkan risiko, Panpel menerapkan sistem distribusi tiket yang ketat dan terpusat:
-
Wadah Suporter Resmi: Mayoritas tiket didistribusikan melalui Brajamusti dan The Maident untuk memudahkan pelacakan (filter penonton).
-
Tiket Online (VIP Only): Tersedia terbatas melalui aplikasi BRImo.
-
150 tiket VIP Utara.
-
150 tiket VIP Selatan.
-
-
Suporter Tamu: Sesuai regulasi liga, suporter Persebaya Surabaya dilarang hadir dan tidak ada kuota tiket yang disediakan.
Keamanan Ekstra: 1.700 Personel Diterjunkan
Mengingat rivalitas dan tensi tinggi pertandingan ini, pengamanan ditingkatkan hingga tiga kali lipat dari laga biasa.
| Aspek Keamanan | Laga Biasa | PSIM vs Persebaya |
| Jumlah Personel | 400 – 500 orang | ± 1.700 orang |
| Cakupan Wilayah | Sekitar Stadion | DIY hingga Perbatasan (Prambanan & Kulon Progo) |
Panpel juga telah berkoordinasi dengan Polres Bantul untuk melakukan skrining sejak pagi hari di area sekitar SSA. Jika ditemukan suporter tamu yang nekat datang, pihak keamanan akan langsung melakukan proses evakuasi.
Harapan Panpel untuk Laskar Mataram
Wendy menyadari kuota 8.000 belum mampu menampung seluruh anggota Brajamusti (15-20 ribu) dan The Maident (3.000). Namun, ia berharap suporter yang mendapat kesempatan hadir dapat menjaga ketertiban demi kelancaran laga-laga kandang berikutnya.
“Semoga ke depannya kuota bisa bertambah. Mari kita jaga kondusivitas DIY bersama-sama,” tutupnya.(fahmi fahriza/radar jogja)
















