Nama Lamine Yamal kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola Eropa. Penampilan luar biasa pemain muda Barcelona itu tak hanya menentukan hasil pertandingan, tetapi juga memantik pujian dari lawan. Kali ini datang langsung dari pelatih Real Oviedo, Guillermo Almada, yang tanpa ragu menyebut Yamal sebagai pemain dari galaksi lain.
Julukan itu muncul setelah Barcelona menundukkan Real Oviedo dengan skor 3-0 pada lanjutan La Liga Spanyol di Spotify Camp Nou. Di tengah hujan deras disertai petir dan kilat, Yamal mencetak gol spektakuler yang menjadi penutup kemenangan Blaugrana.
Gol Akrobatik Lamine Yamal Bikin Lawan Terdiam
Gol Lamine Yamal lahir pada menit ke-73. Dari dalam kotak penalti, pemain berusia belia itu melakukan penyelesaian akrobatik yang membuat kiper Oviedo tak berkutik. Stadion Camp Nou bergemuruh, sementara pemain Oviedo hanya bisa terdiam menyaksikan kualitas luar biasa sang wonderkid.
Sebelum gol tersebut, Dani Olmo dan Raphinha sudah lebih dulu mencatatkan nama di papan skor. Dua gol awal itu membawa Barcelona unggul nyaman sekaligus memastikan mereka kembali ke puncak klasemen La Liga, melompati rival abadi Real Madrid.
“Kita sedang membicarakan pemain dari galaksi lain,” ujar Guillermo Almada seusai pertandingan.
“Dia memiliki begitu banyak kualitas. Di momen-momen penting, dia selalu muncul. Meski masih sangat muda, dia sudah menjadi pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan,” lanjutnya.
Gol ke-11 Musim Ini, Yamal Kian Matang di Usia Muda
Gol ke gawang Oviedo menjadi gol ke-11 Lamine Yamal musim ini, sebuah catatan impresif untuk pemain yang usianya bahkan belum menyentuh puncak karier profesional. Konsistensinya menunjukkan bahwa ia bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan bagian penting dari proyek jangka panjang Barcelona.
Menariknya, pelatih Barcelona Hansi Flick justru menilai kontribusi Yamal tak melulu soal gol indah.
“Bagi saya, yang lebih penting adalah perannya pada gol pertama,” ujar Flick dalam konferensi pers.
“Tekanan yang dia lakukan, cara merebut bola, itulah identitas permainan yang kami inginkan. Dari situ pertandingan terbuka,” tegasnya.
Flick menilai aksi Yamal dalam melakukan pressing menjadi kunci gol Dani Olmo—gol ketiga Olmo sejak pulih dari cedera bahu awal bulan ini.
Barcelona Menang, Tapi Flick Akui Performa Belum Ideal
Meski menang meyakinkan, Flick tidak sepenuhnya puas. Ia mengakui performa Barcelona, terutama di babak pertama, belum berada di level terbaik.
“Oviedo bermain tanpa beban. Mereka berani melakukan pressing tinggi dan menyulitkan kami,” kata Flick.
“Babak kedua lebih baik, tetapi jadwal kami sangat padat. Banyak perjalanan, pulang larut malam, hampir tidak ada hari libur,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Barcelona, yang harus menjaga konsistensi di tengah kompetisi domestik dan Eropa.
Persaingan Puncak La Liga Makin Panas
Sebelumnya, kemenangan Real Madrid atas Villarreal sempat membawa Los Blancos ke puncak klasemen La Liga, memanfaatkan kekalahan Barcelona dari Real Sociedad di pekan lalu. Namun, kemenangan atas Oviedo membuat Blaugrana kembali mengambil alih posisi teratas.
Persaingan papan atas pun dipastikan semakin panas, dengan setiap pertandingan berpotensi mengubah peta klasemen.
Fokus Beralih ke Liga Champions
Usai laga ini, Barcelona tak punya banyak waktu untuk berlama-lama merayakan kemenangan. Blaugrana langsung mengalihkan fokus ke Liga Champions, di mana mereka akan menjamu FC Copenhagen di Camp Nou pada tengah pekan.
Kemenangan di laga tersebut akan memberi peluang besar bagi Barcelona untuk mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar, sekaligus menjaga momentum positif yang sedang dibangun.
Dengan performa seperti ini, dan kehadiran Lamine Yamal yang terus bersinar, Barcelona punya alasan kuat untuk optimistis menghadapi sisa musim.
















