mainbola.co – Bergulirnya kompetisi Liga 4 Jawa Tengah (Jateng) membawa dampak nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Purworejo. Salah satu kontribusi signifikan datang dari sewa Stadion Sarwo Edhie Wibowo yang digunakan sebagai venue pertandingan.
Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Purworejo, Widodo, mengungkapkan bahwa stadion milik Pemerintah Kabupaten Purworejo tersebut telah disewa sejak awal kompetisi Liga 4 Jateng musim 2026.
“Ya, ada liga punya dampak ke PAD,” ujar Widodo kepada Radar Jogja, Kamis (5/2).
Widodo menjelaskan, khusus selama Januari 2026, Pemkab Purworejo berhasil mengantongi PAD lebih dari Rp10 juta dari penggunaan stadion. Pendapatan tersebut berasal dari sewa yang dibayarkan dua tim peserta Liga 4 Jateng, yakni ISP Purworejo dan Persak Kebumen.
Tak hanya dari pertandingan resmi, pemasukan daerah juga bertambah lewat sejumlah laga persahabatan yang digelar jelang kompetisi bergulir.
Menurut Widodo, besaran tarif sewa Stadion Sarwo Edhie Wibowo telah diatur secara rinci dalam Perda Kabupaten Purworejo Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).
“Sudah ada hitungannya. Di aturan itu rinci,” jelasnya.
Lebih jauh, Widodo menekankan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga regional seperti Liga 4 Jateng tidak semata berorientasi pada PAD, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Kehadiran pemain, ofisial, hingga suporter terbukti mampu menggerakkan sektor perhotelan, penginapan, dan UMKM lokal di Purworejo.
“Punya multiplier efek. Hotel dan penginapan laris. Jualan UMKM laris,” katanya.
Pada Liga 4 Jateng musim ini, dua tim menjadikan Stadion Sarwo Edhie Wibowo sebagai homebase, yakni ISP Purworejo dan Persak Kebumen. Persak memilih Purworejo lantaran Stadion Candradimuka Kebumen masih menjalani proses revitalisasi.
Manajer Persak Kebumen, Arif Budiman, mengatakan keputusan berkandang di Purworejo diambil setelah melalui asesmen ketat dan stadion dinyatakan layak menggelar pertandingan Liga 4 Jateng.
Ia juga mengapresiasi sikap Pemkab Purworejo yang dinilai terbuka dan mendukung penggunaan fasilitas daerah.
“Dari awal perizinan dan segala macam kami urus. Ternyata pemkab sana welcome. Kami apresiasi sekali,” ujarnya.(Muhammad Hafied/radar jogja)














