mainbola.co – Tekanan besar dan ekspektasi tinggi suporter kini tengah menyelimuti skuad PSIM Jogja. Menanggapi hal tersebut, Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, mengingatkan seluruh elemen tim untuk tetap tenang dan tidak goyah meski diterpa kritik akibat tren negatif di awal putaran kedua.
Hingga pekan ke-21, Laskar Mataram sejatinya masih bertengger di posisi aman, yakni peringkat 7 dengan koleksi 32 poin. Namun, puasa kemenangan dalam empat laga terakhir di putaran kedua memicu kekhawatiran di kalangan pendukung setia.
Ekspektasi Tinggi Adalah Konsekuensi Klub Besar
Razzi menilai, sorotan tajam dari publik adalah hal wajar mengingat status PSIM sebagai salah satu klub legendaris di Indonesia. Baginya, kritik tersebut merupakan indikator bahwa standar dan kepedulian suporter terhadap performa tim semakin meningkat.
“Logikanya kalau konteksnya tim promosi, kalah dua kali mungkin tidak seburuk itu. Tapi karena ini PSIM, klub besar, jadi sorotan. Ini positif, artinya ekspektasi suporter semakin tinggi,” ujar Razzi, Selasa (17/2).
Belajar dari Kasus Malut United
Manajemen PSIM Jogja menegaskan tetap bersikap realistis. Razzi menekankan bahwa posisi di pucuk klasemen sementara atau saat paruh musim tidak menjamin kesuksesan di akhir kompetisi.
Ia memberikan contoh nyata bagaimana dinamika klasemen Liga Indonesia bisa berubah drastis dalam waktu singkat.
“Banyak kasus tim yang paruh musim di peringkat lima, akhir musim merosot ke bawah. Sebaliknya, contoh Malut United musim lalu; paruh musim peringkat 13, tapi akhir musim bisa finis peringkat tiga. Saya lebih pilih itu, yang penting finis di akhir,” tegasnya.
Fokus Konsistensi dan Fondasi Jangka Panjang
Saat ini, misi utama manajemen dan tim teknis adalah mengembalikan stabilitas performa. Razzi meminta para pemain tidak terlena dengan capaian sebelumnya dan tetap fokus pada target utama: bertahan dengan nyaman dan membangun fondasi tim yang kuat.
“Kami tetap realistis. Manajemen dan tim teknis berjuang semaksimal mungkin untuk bisa konsisten hingga kompetisi benar-benar berakhir,” tandas Razzi.
















