mainbola.co – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui peluang timnya untuk membalikkan keadaan melawan Manchester City setelah kalah 3-0 dari Real Madrid pada leg pertama babak gugur UEFA Champions League di Santiago Bernabeu Stadium tidak besar.
Kekalahan telak tersebut membuat langkah The Citizens menuju perempat final semakin berat menjelang leg kedua yang akan digelar di Etihad Stadium pekan depan.
Pada pertandingan itu, Real Madrid tampil dominan sejak awal laga. Gelandang Los Blancos, Federico Valverde, menjadi bintang dengan mencetak hattrick hanya dalam 22 menit pada babak pertama.
Tiga gol cepat tersebut membuat Manchester City kesulitan mengejar ketertinggalan hingga akhir pertandingan.
City sebenarnya sempat memiliki peluang memperkecil ketertinggalan pada babak kedua. Namun peluang tersebut gagal dimanfaatkan setelah kiper Gianluigi Donnarumma berhasil menggagalkan eksekusi penalti Vinicius Junior.
Usai pertandingan, Guardiola secara jujur mengakui peluang timnya untuk melakukan remontada tidak terlalu besar.
“Sekarang, tidak besar,” ujarnya.
“Tentu saja kami akan mencoba. Kami akan membaca apa yang perlu diperbaiki dan lebih aktif di sepertiga akhir lapangan, dan kami akan mencoba,” imbuhnya.
Guardiola Jelaskan Eksperimen Susunan Pemain
Sebelum pertandingan, pelatih kepala Real Madrid sempat memprediksi Guardiola akan menghadirkan kejutan dalam susunan pemainnya. Hal tersebut benar-benar terjadi.
Guardiola memberikan kesempatan bermain kepada Jeremy Doku, Savinho, serta Abdukodir Khusanov sejak awal pertandingan.
Selain itu, ia juga menggeser Nico O’Reilly dari posisi gelandang menjadi bek kiri. Namun keputusan tersebut berujung petaka.
Pemain berusia 20 tahun itu melakukan kesalahan saat salah mengantisipasi bola panjang dari kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, yang berujung pada gol pembuka Valverde.
Situasi semakin sulit bagi City setelah Guardiola menarik Savinho pada babak pertama ketika timnya sudah tertinggal 3-0.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu tetap membela keputusannya dalam menentukan susunan pemain.
“Berapa kali Nico O’Reilly bermain sebagai bek kiri musim ini? Berapa kali?” kata bos City menanggapi pertanyaan tentang apakah ia membuat kesalahan dengan pilihannya.
“Satu-satunya penyesuaian adalah Khusanov di area itu karena Vinicius datang ke area tersebut dan Anda harus mengendalikannya,” lanjutnya.
“Saya melakukan rotasi di Newcastle dengan 11 pemain berbeda dan itu baik-baik saja, jadi pahami apa yang saya katakan,” jelasnya.
“Sebagian dari ini adalah agar pemain sayap mencoba untuk mengoper bola ke belakang dan pemain di tengah berada di posisi-posisi tertentu untuk mendekati kotak penalti, mengontrol bola ke striker dan striker kedua dengan pemain berpengalaman dan cepat di belakangnya,” pungkasnya
















