KEBUMEN – Persak Kebumen kini tengah berada di atas angin. Tim berjuluk Laskar Joko Sangkrip ini sukses menduduki puncak klasemen sementara Grup F Liga 4 Jawa Tengah. Keberhasilan ini didapat setelah Persak mengantongi tujuh poin dari empat pertandingan, sekaligus menggeser posisi Persik Kendal yang sebelumnya mendominasi.
Disiplin Jadi Kunci Kesuksesan
Manajer Persak Kebumen, Arif Budiman, menyampaikan rasa bangganya atas performa tim. Menurutnya, kerja keras pemain dan kedisiplinan instruksi pelatih menjadi faktor utama tren positif ini.
“Masih ada laga home dan away. Target kami bawa pulang poin penuh semua,” tegas Arif kepada Radar Jogja, Jumat (16/1).
Kemenangan Telak 4-0 Atas Persikama
Sebelumnya, posisi Persak sempat tertahan di urutan ketiga. Namun, momentum besar terjadi pada Rabu (14/1) saat mereka menjamu Persikama Magelang. Persak tampil dominan dan berhasil mengakhiri laga dengan skor telak 4-0.
Kemenangan besar ini tidak hanya menambah poin, tetapi juga memperbaiki selisih gol yang sangat krusial dalam persaingan klasemen.
Persaingan Ketat di Grup F
Selain faktor internal, posisi Persak di puncak juga dipengaruhi oleh hasil pertandingan lain. Kemenangan tipis Persibara Banjarnegara 1-0 atas Persik Kendal turut membantu memuluskan jalan Persak ke posisi teratas.
Saat ini, persaingan di Grup F semakin memanas dengan selisih poin yang sangat tipis antar tim:
| Posisi | Klub | Poin | Selisih Gol |
| 1 | Persak Kebumen | 7 | +4 |
| 2 | Persik Kendal | 6 | – |
| 3 | Persikama Magelang | 5 | – |
| 4 | Persibara Banjarnegara | 4 | – |
Menatap Laga Krusial Lawan Persik Kendal
Ujian sesungguhnya bagi Persak Kebumen akan hadir di akhir pekan ini. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Persik Kendal pada Minggu, 18 Januari 2026.
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit mengingat Persik Kendal membawa misi balas dendam untuk merebut kembali posisi puncak. Laga akan digelar di Stadion Kebondalem, Kendal, dengan waktu kick off pukul 15.00 WIB.
Bagi para pendukung Laskar Joko Sangkrip, laga ini akan menjadi penentu apakah Persak mampu mempertahankan konsistensi mereka hingga babak berikutnya. (Muhammad Hafied)
















