Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Liga Nusantara

Laga Hidup Mati Persiba Bantul vs Perseden Denpasar: Penentuan Tiket 8 Besar Liga Nusantara

54
×

Laga Hidup Mati Persiba Bantul vs Perseden Denpasar: Penentuan Tiket 8 Besar Liga Nusantara

Sebarkan artikel ini
Para pemain Persiba Bantul.
Para pemain Persiba Bantul.

SURABAYA – Persiba Bantul bersiap melakoni partai krusial pada pekan ke-14 Liga Nusantara 2025/2026. Pertandingan bertajuk “hidup mati” melawan Perseden Denpasar ini akan digelar di Stadion Pasiran, Surabaya, pada Selasa (20/1) sore.

Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan penentu nafas Laskar Sultan Agung untuk tetap berada di jalur perebutan tiket babak delapan besar.

Skenario Peluang Lolos Persiba Bantul

Persiba Bantul saat ini berada dalam posisi yang cukup menantang di klasemen sementara Grup D. Berikut adalah peta persaingan tiga besar:

Posisi Klub Poin
1 Persekabpas Pasuruan 23
2 Perseden Denpasar 22
3 Persiba Bantul 20

Mengapa laga ini krusial?

  • Wajib Menang: Jika menang, Persiba akan mengoleksi 23 poin dan menggeser posisi Perseden. Nasib kelolosan pun akan ditentukan oleh kekuatan mereka sendiri di laga terakhir.

  • Risiko Kalah: Kekalahan hampir dipastikan akan menutup peluang Persiba. Pasalnya, di laga pamungkas, mereka harus berhadapan dengan sang pemuncak klasemen, Persekabpas Pasuruan.

Modal Positif: Dominasi Head-to-Head

Meski secara peringkat berada di bawah Perseden, Persiba Bantul memiliki keunggulan psikologis yang signifikan. Sepanjang musim ini, anak-anak Bantul tercatat selalu berhasil menundukkan tim asal Bali tersebut dalam dua pertemuan sebelumnya:

  1. Pertemuan Pertama: Persiba 3-0 Perseden

  2. Pertemuan Kedua: Persiba 2-1 Perseden

Strategi Pelatih Susanto: Evaluasi Finishing dan Rotasi

Pelatih Persiba Bantul, Susanto, menyatakan bahwa secara taktik, para pemainnya sudah menjalankan instruksi dengan baik. Namun, ada satu catatan besar yang menjadi fokus perbaikan: Penyelesaian akhir (finishing).

“Mungkin hanya beberapa miss yang harus kita perbaiki lagi ke depan, terutama menghadapi lawan yang bermain low block defending (pertahanan rendah),” ungkap Susanto, Senin (19/1).

Selain masalah teknis, faktor kebugaran menjadi tantangan serius. Jadwal kompetisi yang padat memaksa tim pelatih untuk lebih cermat dalam melakukan rotasi pemain, terlebih beberapa pilar harus absen akibat cedera dan akumulasi kartu.

“Kompetisi ini sangat padat dan rotasi pemain harus kami perbaiki,” tambah Susanto. Menghadapi pertemuan ketiga dengan Perseden musim ini, evaluasi menyeluruh telah dilakukan untuk memastikan Persiba pulang dengan poin penuh.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *