mainbola.co – Kabar kurang sedap menghampiri kubu Laskar Mataram. Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja resmi dijatuhi sanksi denda sebesar Rp 40 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hukuman ini merupakan buntut dari kejadian penyalaan petasan menjelang laga kontra Persis Solo beberapa waktu lalu.
Keputusan tersebut tertuang dalam SK Komdis PSSI Nomor: 146/L1/SK/KD-PSSI/II/2026 tertanggal 10 Februari 2026. Panpel PSIM dinilai lalai dalam menjaga dan menjaga keamanan rangkaian pertandingan yang melibatkan rivalitas tinggi tersebut.
Kronologi Pelanggaran di Luar Stadion
Menariknya, pelanggaran yang menjerat PSIM Jogja ini tidak terjadi di dalam Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul saat laga berlangsung pada 6 Februari 2026. Berdasarkan temuan Komdis PSSI, kejadian tersebut justru terjadi sehari sebelum pertandingan (H-1).
-
Lokasi Kejadian: Radius 150 meter dari Hotel New Saphir (tempat menginap tim Persis Solo).
-
Aksi Pelanggaran: Sekelompok orang menyalakan kembang api dan petasan yang mengganggu kenyamanan tim tamu.
-
Dasar Hukum: Pasal 68 huruf c jo Pasal 69 ayat (1) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.
Denda Final dan Tidak Bisa Banding
Akibat aksi tersebut, PSIM Jogja harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar denda puluhan juta rupiah. PSSI menegaskan bahwa status hukuman ini sudah final .
“Keputusan tersebut bersifat final dan tidak dapat disetujui banding sebagaimana diatur dalam Pasal 117 Kode Disiplin PSSI,” bunyi petikan surat tersebut.
Manajemen Sesalkan Ulah Oknum
Pihak manajemen PSIM Jogja sangat menyayangkan kejadian ini. Selain merugikan klub secara finansial, tindakan tersebut dinilai mencederai sportivitas dan nama baik klub di kancah nasional.
“Kami sangat menyyangkan kejadian ini. Tindakan di luar arena yang mengganggu transmisi umum tidak hanya berdampak pada denda, tetapi juga berpotensi memicu sanksi yang lebih berat jika terulang kembali,” tulis pernyataan resmi klub.
Imbauan untuk Suporter
Menanggapi sanksi ini, Panpel PSIM Jogja kembali memberikan imbauan keras kepada seluruh elemen suporter. Mereka diminta untuk:
-
Menjaga kondusivitas di dalam maupun di luar stadion.
-
Menghormati tim tamu yang datang ke Jogjakarta.
-
Menciptakan iklim kompetisi yang sehat demi kelancaran perjalanan Laskar Mataram di kompetisi.
Aksi-aksi yang merugikan tim seperti ini diharapkan tidak terulang lagi, mengingat PSIM Jogja tengah berupaya menjaga tren positif dan stabilitas klub.
















