mainbola.co – Langkah Laskar Mataram untuk mencuri poin di Pulau Kalimantan harus terhenti. PSIM Jogja dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-2 saat bertandang ke markas Borneo FC dalam lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/2) sore.
Meski pulang dengan tangan hampa, nahkoda PSIM Jogja Jean Paul van Gastel tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap performa anak asuhnya. Pelatih asal Belanda ini menilai secara taktikal, identitas permainan tim mulai terbentuk.
Evaluasi Van Gastel: Progres di Tengah Hasil Minor
Van Gastel mengakui bahwa secara skor, hasil ini mengecewakan. Namun, ia menyoroti keterbukaan permainan yang ditunjukkan kedua tim.
“Hasil ini jelas tidak bagus bagi kami. Tapi jika melihat jalannya pertandingan, laga berlangsung terbuka dan menarik dengan banyak peluang di kedua sisi,” ujar Van Gastel dalam sesi post-match press conference.
Ia membandingkan performa Reva Adi Utama dan kolega dengan laga sebelumnya saat menghadapi Persebaya. Menurutnya, PSIM hanya kurang beruntung dalam penyelesaian akhir.
“Kami bermain cukup baik, sama seperti saat melawan Persebaya. Sayangnya, kami kembali berada di sisi yang salah dari skor (kalah). Saya tidak puas karena kalah, tetapi cara kami menampilkan diri di lapangan sangat positif,” imbuhnya.
Soroti Gol Kedua Pesut Etam
Gol penentu kemenangan Borneo FC menjadi catatan khusus bagi tim pelatih. Van Gastel menyebut ada celah di lini pertahanan saat mengantisipasi bola udara.
“Itu hanya situasi crossing. Pemain lawan yang menerima bola memiliki postur lebih tinggi dari bek tengah kami. Itu tentu akan kami evaluasi,” tegas eks asisten pelatih Feyenoord tersebut.
Reva Adi: Fokus Bangun Identitas Tim
Senada dengan pelatih, kapten/pemain PSIM Reva Adi Utama meminta rekan-rekannya tetap optimis. Baginya, PSIM saat ini sedang dalam fase transformasi gaya bermain.
“Kami datang untuk menang, jadi ini bukan hasil yang kami inginkan. Tapi kami sedang membangun sistem dan identitas permainan. Kami harus tetap positif dan fokus menatap pertandingan berikutnya untuk meraih tiga poin,” kata Reva.
Sisi Borneo FC: Kedewasaan Pesut Etam
Di kubu tuan rumah, pelatih Borneo FC Fabio Lefundes tampak semringah. Meski mengakui PSIM memberikan perlawanan sengit, ia memuji kedewasaan mental para pemainnya.
“Saya bahagia dengan kemenangan ini. Pertandingan tidak mudah, tapi kami tahu kapan harus menyerang dan bertahan,” ujar Lefundes.
Kemenangan Borneo FC makin spesial berkat gol dari Koldo Obieta. Pemain asing anyar tersebut mengaku terkesan dengan atmosfer Stadion Segiri dalam laga debutnya.
“Sangat senang dengan debut ini. Atmosfer stadion di Indonesia luar biasa dan gol ini menjadi momen yang sangat spesial bagi saya,” tutup Obieta. (fahmi fahriza/radar jogja)
















