Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

PSIM Jogja Gagal Maksimalkan Dominasi Awal, Persebaya Bawa Pulang Tiga Poin dari SSA

72
×

PSIM Jogja Gagal Maksimalkan Dominasi Awal, Persebaya Bawa Pulang Tiga Poin dari SSA

Sebarkan artikel ini
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA – PSIM Jogja harus mengawali putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan hasil pahit. Bermain di kandang sendiri, Laskar Mataram takluk 0-3 dari Persebaya Surabaya pada laga yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (25/1/2026).

Meski sempat tampil dominan di awal laga, PSIM gagal mengonversi penguasaan permainan menjadi gol. Sebaliknya, Persebaya tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah.

Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel menilai anak asuhnya sejatinya bermain cukup baik pada babak pertama. Namun, kesalahan dalam menjaga posisi pemain lawan menjadi titik balik yang berujung pada gol pembuka Persebaya.

“Di babak pertama kami bermain cukup baik. Persebaya memang menunggu kesalahan kami, dan pada gol pertama, posisi pemain kami tidak terjaga dengan baik,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai laga.

Pelatih asal Belanda tersebut menjelaskan, PSIM gagal mengantisipasi pergerakan pemain tengah dan sayap Persebaya. Situasi itu membuat tim tamu unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSIM meningkatkan intensitas serangan dengan mengambil lebih banyak risiko. Namun strategi tersebut justru memberi ruang bagi Persebaya untuk mengembangkan permainan dan mencetak dua gol tambahan.

“Kami harus ambil risiko untuk mencari gol. Konsekuensinya, permainan menjadi lebih terbuka dan Persebaya mendapat lebih banyak peluang,” lanjutnya.

Van Gastel juga menyoroti masalah di lini belakang PSIM yang memaksanya melakukan rotasi pemain di posisi yang tidak ideal akibat keterbatasan opsi bek tengah.

“Kami terpaksa memasukkan pemain yang tidak terbiasa bermain di posisi itu. Saya tidak menyalahkan mereka,” tegasnya.

Sementara itu, pemain PSIM Andy Setyo mengakui kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim dalam menghadapi laga-laga selanjutnya.

“Ini jelas bukan hasil yang kami harapkan, tapi menjadi pembelajaran penting untuk ke depan,” ujarnya.

Di kubu Persebaya, pelatih Bernardo Tavares mengungkapkan timnya sempat kesulitan menembus pertahanan PSIM pada babak pertama. Namun evaluasi saat jeda pertandingan membuat permainan Bajul Ijo jauh lebih solid di paruh kedua.

“Di babak pertama kami kesulitan. Tapi setelah evaluasi di ruang ganti, para pemain tampil lebih baik di babak kedua,” kata Tavares.

Pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya layak meraih kemenangan berkat efektivitas permainan dan banyaknya peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol, termasuk gol debut Bruno Paraiba.

“Semua pemain penting, bukan hanya yang mencetak gol, tapi juga yang mencegah gol. Saya sangat puas dengan performa tim hari ini,” tegasnya.

Pemain Persebaya Arief Catur pun mengapresiasi kerja keras tim yang mampu menjalankan instruksi pelatih dan membawa pulang tiga poin dari Bantul.

“Alhamdulillah kami bisa mencuri tiga poin di sini. Taktik dari pelatih bisa diterapkan dengan baik,” ujarnya.

Kemenangan ini membuat Persebaya membuka putaran kedua dengan hasil positif, sementara PSIM Jogja harus segera berbenah untuk kembali ke jalur kemenangan.
(fahmi fahriza/radar jogja)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *