Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Penalti Alex Martins Jadi Penentu, Van Gastel Sebut PSIM Jogja Tak Layak Kalah dari Dewa United

5
×

Penalti Alex Martins Jadi Penentu, Van Gastel Sebut PSIM Jogja Tak Layak Kalah dari Dewa United

Sebarkan artikel ini
Pemain PSIM Jogja Ezequiel Vidal saat melawan Dewa United

mainbola.co – PSIM Jogja harus mengakui keunggulan Dewa United dengan skor tipis 0-1 dalam lanjutan pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Jumat (3/4) malam.

Gol semata wayang dalam pertandingan ini tercipta melalui eksekusi penalti Alex Martins pada babak kedua, yang sekaligus menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat.

Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul van Gastel, menilai hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Ia menyebut timnya tampil seimbang dan layak mendapatkan hasil lebih baik.

“Pertandingan berjalan seimbang. Ini laga yang ketat, dan akhirnya penalti menjadi pembeda. Tapi saya pikir kami layak mendapat lebih dari kekalahan,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai pertandingan.

Penyelesaian Akhir Jadi Sorotan

Van Gastel kembali menyoroti persoalan klasik yang dialami PSIM sepanjang musim ini, yakni penyelesaian akhir yang belum maksimal meski mampu menciptakan sejumlah peluang.

“Musim ini kami punya masalah di penyelesaian akhir. Kami butuh banyak peluang untuk bisa mencetak gol dan itu menguras energi. Setidaknya kami masih bisa menciptakan peluang, hanya saja kami harus mulai mengonversinya menjadi gol,” tegasnya.

Menurutnya, efektivitas di depan gawang menjadi faktor kunci yang masih harus segera diperbaiki jika ingin bersaing di papan atas klasemen.

Enggan Bahas Keputusan Wasit

Terkait keputusan penalti yang diberikan kepada Dewa United, Van Gastel memilih untuk tidak memperpanjang pembahasan.

“Saya tidak ingin membahas keputusan wasit. Kalau itu dibahas setiap pertandingan, kita akan terus berdiskusi soal hal yang sama,” ujarnya.

Mentalitas Tim Tetap Diapresiasi

Meski menelan kekalahan, pelatih asal Belanda tersebut tetap mengapresiasi mentalitas para pemain PSIM yang terus berjuang hingga akhir laga.

“Kami ingin tim punya karakter tidak menyerah, terus menekan dan berusaha. Musim ini kami sudah beberapa kali membuktikan itu, tapi hari ini kami tidak mampu melakukannya. Itu bagian dari permainan,” tambahnya.

Donny Warmerdam: Babak Pertama Lebih Baik

Sementara itu, pemain PSIM Jogja Donny Warmerdam menilai timnya tampil lebih dominan pada babak pertama, namun gagal memaksimalkan peluang yang ada.

“Babak pertama kami punya peluang yang lebih baik, dan mereka tidak benar-benar punya banyak peluang. Tapi pada akhirnya mereka mencetak gol dari penalti dan memenangkan pertandingan,” kata Donny.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *