Kondisi rumput Stadion Brawijaya jadi sorotan, pelatih Jean Paul van Gastel siapkan skenario perjalanan alternatif
mainbola.co – Ketidakpastian venue jelang laga PSIM Jogja melawan Persik Kediri pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Jumat (13/2) ditengarai oleh kondisi Stadion Brawijaya Kediri yang rumputnya belum benar-benar optimal, , terutama setelah insiden genangan air saat laga sebelumnya.
Pada laga Persik Kediri kontra Dewa United pekan lalu, pertandingan sempat dihentikan oleh wasit. Tepatnya saat babak kedua karena lapangan tergenang hujan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius tim pelatih PSIM karena berpengaruh langsung terhadap persiapan teknis maupun logistik tim.
Jean Paul van Gastel , pelatih PSIM mengatakan ketidakpastian lokasi pertandingan berdampak pada rencana keberangkatan skuad. Jika venue berubah, jadwal perjalanan otomatis harus disesuaikan dalam waktu singkat.
“Tentu ini berpengaruh. Kalau tempat pertandingan berubah, jadwal perjalanan juga berubah. Mungkin kami harus berangkat besok (Rabu, Red), bukan hari Kamis. Jadi ini sangat mempengaruhi persiapan tim,” ujar Van Gastel Selasa (10/2).
Namun, pelatih asal Belanda itu menegaskan timnya tetap menjaga fokus. PSIM kini memprioritaskan pemulihan kondisi pemain disertai latihan fisik ringan guna menjaga kebugaran sebelum laga dengan jadwal kompetisi yang padat,.
“Waktunya memang tidak banyak karena kami sudah harus bermain hari Jumat. Tapi kami tahu apa yang harus kami lakukan,” tegasnya.
Van Gastel juga mengakui waktu persiapan relatif singkat karena timnya kembali bertanding pada hari Jumat, sama seperti jadwal pertandingan pekan sebelumnya. Kendati begitu, ia menilai para pemain sudah memahami pola permainan yang harus dijalankan di lapangan.
“Waktunya memang tidak banyak karena kami sudah harus bermain hari Jumat. Tapi kami tahu apa yang harus kami lakukan,” tambahnya.
Saat ditanya soal kemungkinan perubahan strategi menghadapi Persik Kediri, Van Gastel belum mau memberikan gambaran detail. Ia membuka peluang adanya penyesuaian, meski menegaskan kerangka permainan utama tetap menjadi pegangan tim.
“Mungkin iya, mungkin juga tidak,” ucapnya singkat.
Dengan pengalaman melewati 20 pertandingan musim ini, Van Gastel optimistis Laskar Mataram mampu tampil maksimal meski persiapan berlangsung dalam situasi kurang ideal. Ia berharap para pemain tetap menjaga konsentrasi dan mental bertanding.
“Setelah melewati 20 pertandingan, kami sudah tahu taktik dan apa yang kami inginkan,” lontarnya. (fahmi fahriza)
















