mainbola.co – Dukungan terhadap klub sepak bola tidak selalu diwujudkan lewat yel-yel di tribun atau atribut suporter. Di era modern, dukungan juga bisa hadir melalui pendekatan analisis berbasis data. Hal inilah yang dilakukan komunitas analis suporter, PSIM Stats.
Komunitas ini mulai terbentuk pada 2016 oleh Angger Woro bersama sejumlah rekan yang memiliki ketertarikan terhadap analisis sepak bola berbasis statistik. Sejak awal, mereka berupaya menghadirkan perspektif berbeda dalam mendukung PSIM Jogja.
Salah satu personel PSIM Stats, Dhimas Deworo, menjelaskan bahwa pada masa awal pembentukannya, para anggota rutin hadir langsung ke stadion. Mereka tidak sekadar menonton pertandingan, tetapi juga mencatat setiap detail jalannya laga.
“Awal dibentuk, PSIM Stats berisi beberapa personel yang hampir selalu hadir ke stadion untuk ‘menggambar’ pertandingan PSIM melalui catatan statistik yang kami himpun,” ujar Dhimas, Senin (16/3).
Melalui pendekatan berbasis data ini, PSIM Stats menawarkan cara alternatif bagi suporter untuk memahami permainan tim secara lebih mendalam. Analisis yang disajikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pola serangan, distribusi bola, hingga kontribusi individu pemain di setiap pertandingan.
Seiring waktu, jumlah personel aktif memang mengalami penurunan dibandingkan saat awal berdiri. Meski demikian, tim yang tersisa tetap menjalankan perannya secara konsisten, mulai dari pengumpulan data pertandingan, pengelolaan media sosial, hingga penyusunan narasi dan grafis konten.
Dhimas menambahkan, PSIM Stats telah aktif di platform media sosial X sejak 2016. Sementara itu, akun Instagram baru mulai digunakan pada 2022.
“PSIM Stats mulai aktif di media sosial X sejak awal berdiri pada 2016. Sementara akun Instagram baru dibuat sekitar tahun 2022 lalu,” ungkapnya.
Anggota lainnya, Dian Kurniawan, menyebut aktivitas di Instagram sempat mengalami vakum akibat kesibukan masing-masing personel. Namun, mereka kembali aktif pada musim 2025/2026.
“Kami mulai lebih aktif lagi di Instagram pada musim 2025/2026, terutama sejak PSIM promosi ke Super League. Kami berusaha konsisten menyajikan konten analisis baik di X maupun Instagram,” jelas Dian.
Dalam perjalanannya, PSIM Stats juga sempat mendapat perhatian dari internal klub. Pada masa awal berdiri, mereka pernah diajak berdiskusi oleh pelatih PSIM saat itu, Erwan Hendrwanto.
Pengalaman tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi PSIM Stats untuk terus mengembangkan analisis sepak bola berbasis data di kalangan suporter.
Kini, PSIM Stats tidak hanya menjadi wadah berbagi statistik pertandingan, tetapi juga sarana edukatif bagi suporter untuk memahami jalannya laga secara lebih objektif.
Salah satu suporter PSIM, Arga Pratama, mengaku kehadiran PSIM Stats memberikan sudut pandang baru dalam menikmati pertandingan.
“Kalau nonton di stadion atau di TV kan kadang cuma lihat hasil akhirnya saja. Tapi lewat konten PSIM Stats kita bisa tahu detail seperti pola serangan, statistik, atau alur pertandingan. Itu menarik,” ujar Arga.
Ia menilai, konten berbasis data tersebut memiliki nilai edukatif yang tinggi bagi suporter.
“Buat saya ini menarik dan edukatif. Jadi bukan cuma dukungan emosional saja, tapi kita belajar memahami permainan secara lebih objektif lewat data,” tambahnya.
Kesimpulan
PSIM Stats menjadi bukti bahwa dukungan terhadap klub sepak bola dapat berkembang ke arah yang lebih modern dan analitis. Lewat data dan statistik, suporter tidak hanya menikmati hasil akhir pertandingan, tetapi juga memahami proses dan dinamika permainan secara lebih komprehensif.
















