mainbola.co – PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Rabu (11/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Laga ini menjadi pertandingan terakhir Laskar Mataram sebelum kompetisi memasuki jeda Hari Raya Idul Fitri. BRI Super League dijadwalkan kembali bergulir mulai 3 April 2026.
Menjelang duel penting tersebut, skuad PSIM terus menjalani program latihan intensif. Tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh guna memperbaiki performa tim setelah hasil kurang maksimal pada pertandingan sebelumnya.
Pada laga terakhir, PSIM harus puas bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (4/3/2026). Hasil itu membuat Laskar Mataram semakin berambisi meraih kemenangan saat menjamu Persijap di kandang sendiri.
PSIM Berburu Kemenangan Perdana di Putaran Kedua
PSIM Yogyakarta tengah berupaya keras meraih kemenangan pertama di putaran kedua Super League 2025/2026. Hingga lima pertandingan yang telah dilakoni, tim asuhan Jean-Paul van Gastel belum mampu mengamankan tiga poin penuh.
Dari lima laga tersebut, PSIM menelan dua kekalahan saat menghadapi Persebaya Surabaya dan Borneo FC. Selain itu, tiga pertandingan lainnya berakhir dengan hasil imbang.
Situasi ini membuat performa tim asal Kota Gudeg menjadi sorotan. Laskar Mataram membutuhkan kemenangan untuk mengangkat moral tim sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.
Super League 2025/2026 memang dikenal sebagai kompetisi dengan persaingan ketat. Memasuki putaran kedua, intensitas pertandingan semakin tinggi sehingga setiap poin menjadi sangat berharga bagi semua tim.
Drama Imbang 3-3 Kontra Bali United
Salah satu laga yang mencuri perhatian terjadi saat PSIM bermain imbang 3-3 melawan Bali United di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 23 Februari 2026.
Dalam pertandingan tersebut, PSIM sempat tertinggal tiga gol lebih dulu. Gawang mereka dibobol oleh Thijmen Goppel, Tim Receveur, dan Irfan Jaya.
PSIM kemudian bangkit pada babak kedua. Savio Sheva memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-65 dan membangkitkan semangat tim.
Situasi berubah pada menit ke-72 setelah pemain Bali United, Joao Ferrari, menerima kartu merah. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan PSIM untuk menekan pertahanan lawan.
Di sisa waktu pertandingan, PSIM berhasil menyamakan skor melalui gol bunuh diri Ricky Fajrin serta gol Franco Mingo Ramos. Laga dramatis itu pun berakhir dengan skor 3-3.
Fokus Akhiri Puasa Kemenangan
Rentetan hasil tanpa kemenangan membuat tekanan terhadap PSIM semakin besar. Tim pelatih kini fokus membenahi performa agar Laskar Mataram mampu meraih poin penuh dalam laga berikutnya.
Bek PSIM asal Jepang, Yusaku Yamadera, mengakui bahwa waktu persiapan tim cukup terbatas. Meski demikian, ia memastikan seluruh pemain telah memahami apa yang harus dilakukan di lapangan.
Ia mengatakan, “Namun, Yamadera menegaskan bahwa tim telah mengadakan pertemuan dan memahami apa yang harus dilakukan. Ia menyatakan kesiapan tim untuk memenangkan pertandingan mendatang.”
Pertandingan melawan Persijap Jepara menjadi kesempatan penting bagi PSIM untuk mengakhiri puasa kemenangan sekaligus menutup rangkaian laga sebelum jeda kompetisi dengan hasil positif.
















