Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Cahya Supriadi Akui Laga PSIM vs Semen Padang Sangat Sulit, Laskar Mataram Pulang dengan 1 Poin

19
×

Cahya Supriadi Akui Laga PSIM vs Semen Padang Sangat Sulit, Laskar Mataram Pulang dengan 1 Poin

Sebarkan artikel ini
Cahya Supriadi Kiper PSIM Yogyakarta

mainbola.co  – PSIM Yogyakarta harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 0-0 melawan Semen Padang FC pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026.

Pertandingan Semen Padang vs PSIM Yogyakarta digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) pukul 21.00 WIB. Laga berlangsung ketat dengan tempo tinggi sejak awal hingga akhir pertandingan.

Meski Semen Padang sempat unggul dalam jumlah pemain, PSIM tetap mampu memberikan perlawanan sengit dan mempertahankan gawangnya dari kebobolan.

Hasil imbang ini membuat PSIM tetap berada di papan tengah klasemen sementara, sementara Semen Padang masih berjuang keluar dari zona bawah.


Semen Padang Banyak Ciptakan Peluang

Semen Padang tampil agresif sejak awal pertandingan. Tim tuan rumah beberapa kali mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol, terutama pada menit-menit awal babak pertama.

Namun, solidnya lini pertahanan PSIM serta penampilan gemilang kiper Cahya Supriadi membuat setiap peluang tuan rumah gagal berbuah gol.

PSIM juga berusaha memberikan tekanan balik, meski harus menghadapi intensitas permainan tinggi dari Semen Padang.

Pertandingan berlangsung keras dengan saling menekan antara kedua tim. Hingga waktu normal berakhir, skor tetap bertahan 0-0.

Wasit bahkan memberikan tambahan waktu, tetapi kedua tim tetap gagal memecah kebuntuan hingga peluit panjang dibunyikan.


Komentar Cahya Supriadi Usai Laga

Penjaga gawang PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, mengakui laga melawan Semen Padang menjadi pertandingan yang tidak mudah bagi timnya.

“Pertandingan yang sulit. Kedua tim sama-sama memainkan permainan yang menyerang, kita bermain lumayan bagus. Semen Padang kita tahu situasi sulit mereka harus menang, tapi kita alhamdulillah mendapatkan satu poin di sini,” ujar Cahya Supriadi.

Menurut Cahya, pertandingan menjadi semakin berat setelah PSIM harus bermain dengan kekurangan satu pemain.


PSIM Bermain dengan 10 Pemain

PSIM Yogyakarta harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah Fahreza Sudin mendapatkan kartu merah.

Fahreza diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Semen Padang, Samuel Simanjuntak.

Situasi tersebut memaksa PSIM bermain lebih disiplin dalam bertahan. Cahya Supriadi mengaku harus meningkatkan fokus serta mengatur koordinasi lini belakang tim.

“Saya harus lebih fokus karena kekurangan satu pemain dan saya harus mengorganisasi pemain agar tidak melakukan kesalahan. Terlepas dari itu, saya juga harus fokus,” ujar Cahya Supriadi.

Meski bermain dengan 10 pemain, PSIM berhasil mempertahankan skor imbang hingga pertandingan selesai.


Posisi Klasemen Semen Padang dan PSIM

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus berbagi satu poin pada pekan ke-24 BRI Super League.

Semen Padang saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin.

Sementara itu, PSIM Yogyakarta menempati posisi ke-8 dengan raihan 37 poin.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *