mainbola.co – Kabar kurang sedap menghampiri kubu Laskar Sembada. PSS Sleman resmi dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyusul insiden pada pekan ke-18 Championship 2025/2026. Skuad Super Elang Jawa (Super Elja) dipastikan harus berlaga tanpa dukungan langsung suporter di stadion selama empat pertandingan kandang ke depan.
Keputusan tegas ini merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi saat PSS menjamu PS Barito Putera di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (31/1) malam lalu.
Penyebab Sanksi: APAR dan Spanduk Provokatif
Berdasarkan rilis resmi Komdis PSSI, terdapat beberapa pelanggaran fatal yang dilakukan oknum suporter di tribun barat utara. Berikut adalah poin-poin pelanggarannya:
-
Penyalahgunaan APAR: Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area tribun yang mengakibatkan kepulan asap tebal masuk ke lapangan. Akibatnya, laga sempat terhenti selama tiga menit.
-
Spanduk Provokatif: Pemasangan spanduk yang mengandung kalimat umpatan dan provokasi terhadap klub tamu.
Rincian Hukuman dari Komdis PSSI
Merujuk pada Pasal 70 ayat (1) dan (2) serta Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, PSS Sleman harus menerima konsekuensi berlapis:
-
Larangan Penonton: Empat (4) kali pertandingan kandang tanpa kehadiran suporter di stadion.
-
Denda Finansial: Kewajiban membayar denda sebesar Rp 15 juta.
-
Peringatan Keras: Komdis memberikan peringatan terakhir agar insiden serupa tidak terulang, yang berpotensi memicu sanksi lebih berat.
Manajemen PSS Masih Bungkam
Sanksi larangan penonton ini mulai berlaku pada laga kandang terdekat PSS sejak surat keputusan diterbitkan. Hal ini tentu menjadi kerugian besar bagi tim asuhan pelatih PSS, mengingat dukungan suporter biasanya menjadi “pemain ke-12” yang krusial di putaran ketiga nanti.
Hingga berita ini naik cetak, pihak manajemen PSS Sleman belum memberikan pernyataan resmi maupun tanggapan terkait langkah banding atau evaluasi ke depan. (rizky wahyu/radar jogja)
















