JOGJA – Nermin Haljeta banyak menjadi sorotan pendukung PSIM Jogja akhir akhir ini. Betapa tidak dia kini menjadki pemain yang memiliki menit bermain paling tinggi di PSIM.
Penyerang asal Slovenia tersebut menjadi satu-satunya pemain yang selalu dimainkan oleh pelatih Jean Paul van Gastel, tanpa sekalipun digantikan.
Hanya saja produktivitas golnya masih dipertanyakan. Striker dengan postur 195 sentimeter tersebut baru mencatatkan empat gol dan tiga assist. Inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi suporter PSIM.
Apa sih istimewanya Haljeta? Ternyata Van Gastel kesengsem dengan dia karena etos kerjanya yang sangat tinggi. Terutama untuk bertahan.
Striker kok bertahan? Ya, Van Gastel memang mengharuskan semua pemain untuk membantu pertahanan. Dan ini diamini oleh Haljeta.
Tak hanya soal produktivitas, Nermin juga dikenal memiliki etos kerja tinggi dalam membantu tim saat bertahan. Data kebugaran yang pernah dirilis tim pelatih PSIM menunjukkan bahwa nilai VO2max miliknya berada di jajaran lima besar skuat, bahkan menempati urutan ketiga.
Ia menegaskan, bahwa seluruh pemain PSIM memang mendapat instruksi yang jelas dari pelatih untuk aktif membantu tim saat bertahan dari serangan lawan.
“Ada instruksi untuk semua pemain agar turut membantu tim saat bertahan. Jadi kami mencoba ikut instruksinya dan melakukan yang terbaik. Kami mencoba berkembang di setiap pertandingan dan setiap latihan,” kata Nermin.
Menurutnya secara pribadi, striker yang ikut membantu tim bertahan merupakan hal yang wajar dalam era sepak bola modern.
“Menurut saya, ketika seorang striker atau pemain depan turut serta membantu tim saat bertahan itu hal yang normal. Setiap pemain perlu tahu apa yang harus dia lakukan,” tegasnya.
Menariknya, Nermin mengaku tidak membebani diri dengan target gol pribadi musim ini. Ia hanya ingin membantu tim meraih kemenangan sebanyak mungkin.
“Saya sendiri tidak memasang target berapa banyak gol. Saya hanya ingin menang sebanyak mungkin untuk PSIM. Itulah targetnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, terkait program latihan PSIM di bawah asuhan Van Gastel, Nermin mengakui intensitasnya tinggi namun memberikan dampak positif.
“Pola dan intensitas latihan di PSIM terkadang berat. Memang harus seperti itu. Latihannya sangat bagus dan kami mencoba memberikan yang terbaik. Pelatih mencoba meningkatkan kemampuan kami di setiap aspek permainan, setiap latihan, dan setiap pertandingan,” tutupnya. (fahmifahreza/mainbola)
















