mainbola.co – Performa PSS Sleman mengalami penurunan signifikan pada putaran kedua kompetisi musim ini. Setelah tampil impresif di putaran pertama, tren kemenangan Laskar Sembada justru melemah saat memasuki fase berikutnya.
Berdasarkan catatan statistik, Super Elang Jawa tampil dominan pada putaran pertama. Dominikus Dion dan kolega bahkan sempat membukukan enam kemenangan beruntun, dengan total raihan enam kali menang, dua hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.
Namun, performa tersebut tidak mampu dipertahankan di putaran kedua. Tim kebanggaan masyarakat Sleman itu hanya mencatatkan empat kemenangan, empat kali imbang, dan satu kekalahan, dengan jumlah hasil seri yang cukup mendominasi.
Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, mengakui adanya penurunan performa tersebut. Menurutnya, keberuntungan belum sepenuhnya berpihak pada PSS di fase kedua.
“Kami memang kurang beruntung di putaran kedua ini. Hasil imbang terlalu sering kami dapatkan,” ujar Pieter Huistra, Senin (2/2).
Sementara itu, Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh agar tim tampil lebih maksimal di putaran ketiga. Ia berharap Gustavo Tocantins dan rekan-rekan memiliki visi yang sama untuk mengamankan target promosi.
“Pasti kami akan berusaha lebih keras lagi. Mudah-mudahan seluruh pemain punya impian yang sama agar kita bisa lolos ke Liga 1,” tegas Ansyari.
Optimisme juga muncul menyusul format baru pada putaran ketiga. PSS dijadwalkan menjalani lima laga kandang dan empat laga tandang. Ansyari menilai catatan tandang timnya cukup menjanjikan.
“Rekor kami saat bermain away sejauh ini tidak ada masalah. Jadi kami tetap optimistis bisa meraih hasil maksimal,” tandasnya.
Dengan persiapan matang dan evaluasi menyeluruh, PSS Sleman berharap mampu bangkit dan kembali ke jalur kemenangan demi mewujudkan ambisi promosi ke Super League musim depan. (rizky wahyu/radar jogja)
















