Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Tampil Mengejutkan di Papan Atas BRI Super League, Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna: Jangan Lupa Kami Tim Promosi!

18
×

Tampil Mengejutkan di Papan Atas BRI Super League, Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna: Jangan Lupa Kami Tim Promosi!

Sebarkan artikel ini
Manajer tim PSIM Jogja Razzi Taruna (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

mainbola.co  – Status sebagai tim “anak baru” di kasta tertinggi tak menghalangi PSIM Jogja untuk mengacak-acak dominasi klub mapan di BRI Super League 2025/2026. Meski kini bertengger nyaman di papan atas, manajemen Laskar Mataram memilih untuk tidak jemawa dan tetap menginjak bumi.

Hingga pekan ke-21, PSIM Jogja berhasil menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 32 poin. Pencapaian ini menjadikan klub kebanggaan warga Kota Gudeg tersebut sebagai tim promosi paling kompetitif musim ini.

Boleh Bermimpi, Tapi Tetap Realistis

Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menegaskan bahwa posisi saat ini adalah buah dari kerja keras, namun proses belajar masih panjang. Ia mengingatkan semua pihak bahwa identitas asli PSIM musim ini adalah tim promosi.

“Bukan berarti kita enggak boleh bermimpi, boleh. Saya pun sama, ingin bisa lebih tinggi. Tapi kita juga harus ingat, kita ini tim promosi, kita masih belajar,” ungkap Razzi, Jumat (20/2).

Sejak awal musim, manajemen memang mematok target yang terukur. Fokus utamanya bukan langsung juara, melainkan bertahan di kasta tertinggi dengan performa yang stabil.

Strategi komposisi pemain PSIM musim ini:

  • Perpaduan Senior-Junior: Mengombinasikan pemain berpengalaman Liga 1 dengan talenta muda.

  • Karakter Tim: Memilih pemain yang sudah memahami filosofi dan “nyawa” Laskar Mataram.

  • Kualitas Terjamin: Rekrutmen pemain didasarkan pada rekam jejak di kasta tertinggi agar tim tidak kaget dengan intensitas kompetisi.

Filosofi Tanpa Intervensi

Salah satu kunci kesolidan PSIM musim ini adalah kejelasan pembagian tugas di internal klub. Razzi menekankan bahwa manajemen sangat menghormati otoritas pelatih dalam urusan teknis di lapangan.

“Saya bukan tipe manajer yang intervensi teknis. Pelatih kepala itu fondasi utama. Kita ingin tim ini punya identitas dan karakter yang kuat tanpa campur tangan manajemen untuk urusan taktik,” tegas pria kelahiran Jakarta tersebut.

Waspadai Putaran Kedua

Walaupun berada di posisi yang relatif aman dari zona degradasi, Razzi mewanti-wanti skuadnya agar tidak lengah. Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada euforia sesaat di tengah musim.

“Sekarang alhamdulillah kita ada di posisi yang baik. Tapi ini bukan akhir. Kompetisi masih panjang, jangan lengah,” pesannya kepada para pemain.

Ia juga mengajak suporter setia, Brajamusti dan Maident, untuk tetap realistis. Manajemen memprioritaskan pembangunan fondasi klub jangka panjang agar PSIM tidak sekadar numpang lewat di Liga 1.

“Kita boleh berharap lebih tinggi, tapi pelan-pelan. Kita belajar untuk bisa benar-benar bersaing dengan tim-tim papan atas secara konsisten,” tutup Razzi.

Example 120x600

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *