NAHKODA anyar Persebaya Bernardo Tavares, cukup realistis dengan target musim ini. Dia tak berani gembar-gembor menjanjikan title juara bagi Persebaya. Meski, ekspetasi publiksepak bola Surabaya sangat tinggi menyusul kehadirannya di Persebaya.
“Saat ini kami perlu mengenal apa yang kami miliki. Persebaya adalah tim raksasa, terakhir kali mereka meraih gelar juara pada 2004 silam. Tapi, saya tidak bisa berjanji apapun. Saya tidak bisa menjanjikan gelar. Yang saya janjikan adalah terus bekerja, karena saya datang untuk bekerja, bukan liburan,” kata Tavares.
Apalagi, Tavares tahu kalau persaingan papan atas sangatlah panas. “Untuk saat ini, kami harus membumi. Karena ada tim yang memiliki 37, 36, dan 35 poin. Akan sangat sulit jika saya bilang kami akan jadi juara. Jika saya bilang seperti itu, kalian akan berpikir bahwa aku bodoh,” bebernya.
Tavares menyebut, untuk menjadi yang terbaik, sebuah tim butuh proses. “Gelar terakhir adalah tahun 2004, sudah 22 tahun yang lalu. Jadi, kami tidak bisa mengubah sesuatu dengan cepat. Kami harus melakukan (perubahan) step by step,” bebernya.
Tavares memang ingin memberikan yang terbaik bagi tim barunya. “Saya bukan penyihir. Saya tidak datang dan berkata: oh, sekarang kami akan memenangkan semua pertandingan. Tidak seperti itu,” beber dia.
Hasil di liga Indonesia sangat sulit ditebak. Setiap tim bisa saja kalah, seri atau menang. Tapi dia berharap, Persebaya di bawah kendalinya bisa banyak meraih kemenangan. Dia ingin memberikan kenyamanan dan motivasi bagi para pemain.
“Saya sudah membuat sejarah yang bagus dengan PSM Makassar. Sekarang, saatnya saya mencoba untuk membuatnya juga untuk Persebaya,” ungkapTavares. Di Persebaya, Tavares tidak datang sendirian. Dia membawa asistennya di PSM, Renato Duarte. Tak hanya itu, beberapa mantan anak didiknya di PSM Makassar juga telah mengontaknya. Pemain-pemain itu langsung berkomunikasi, setelah menerima kabar Tavares resmi menukangi Persebaya. Namun, dia tak bisa memberikan kepastian apapun terkait kemungkinan akan bereuni dengan bekas anak asuhnya. Dia tetap respek, karena mereka masih terikat kontrak dengan PSM.(jawapos.com)
















