JOGJA – Pemain berlabel Liga 2, kini bisa naik kelas di tampil di Super League. Seperti yang tengah menghampiri Rendra Teddy. Bek PSIM Jogja itu, sekarang sudah mulai menghuni starting eleven reguler di bawah besutan pelatih Jean Paul van Gastel.
Teddy menyusul kompatriotnya seperti Yusaku Yamadera, Savio Seva, Deri Corfre, Rio Hardiawan, Ratmasov Ratmasoda maupun Ghulam Fatkur.
Dari deretan nama itu, baru terasa jika hampir 50 persen skuad reguler PSIM berasal dari kasta kedua liga Indonesia musim lalu.
Belum lagi nama-nama seperti Raka Cahyana dan Cahya Supriyadi. Memang keduanya diambil dari Persija, namun musim sebelumnya memperkuat tim liga 2. Sayangnya satu nama lagi justru terpental.
Berduet dengan Franco Ramos, permainan Rendra dinilai cukup solid. Dalam tiga pertandingan terakhir yang ia jalani sebagai starter, PSIM tidak sekalipun menelan kekalahan, dengan catatan dua hasil imbang melawan Persijap Jepara dan PSBS Biak, serta kemenangan atas Semen Padang.
Van Gastel cukup puas dengan performa Rendra Teddy sejauh ini. Ia menilai Rendra mampu menjalankan perannya dengan baik meski menit bermainnya belum sebanyak dua bek utama lainnya.
“Sejauh ini duet Teddy dan Franco cukup bagus karena kami juga tidak kalah,” kata Van Gastel, Selasa (6/1).
Van Gastel tak menampik bahwa Franco Ramos lebih sering dipasangkan bersama Yusaku Yamadera sejak awal musim. Namun kondisi tim saat ini membuat rotasi tak bisa dihindari. Ia menyebutkan bahwa pilihan bek tengah yang tersedia saat ini antara lain hanya Rendra Teddy dan Andy Setyo.
“Kombinasi Yusaku dan Franco lebih sering bermain bersama daripada Teddy dengan Franco. Namun, selama Yusaku cedera, Teddy atau Andy akan bermain sehingga mereka bisa lebih cepat terbiasa satu sama lain,” ungkapnya.
Di sisi lain, Van Gastel juga menyinggung peluang Andy Setyo untuk tampil sebagai starter. Menurutnya, Andy masih membutuhkan waktu untuk kembali ke performa terbaik setelah sempat mengalami cedera cukup panjang pada masa pramusim.
“Andy sempat mengalami cedera cukup serius saat pramusim. Butuh waktu baginya untuk kembali, dan sekarang ia sudah kembali. Saya memberinya beberapa menit bermain agar ia bisa merasakan atmosfir pertandingan lagi,” tuturnya.
Untuk saat ini, Van Gastel menegaskan bahwa Rendra Teddy masih menjadi pilihan utama karena dianggap lebih siap secara fisik maupun ritme permainan.
“Namun saat ini saya memilih Teddy, karena dia lebih siap. Jadi Andy harus bersabar menunggu kesempatannya datang,” pungkasnya. (fahmifahreza/mainbola)
















