mainbola.co – PSIM Jogja menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Dewa United pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026, Jumat (3/4) mendatang. Laga ini menjadi ujian penting bagi Laskar Mataram di tengah meningkatnya kekuatan calon lawan.
Usai jeda kompetisi karena Lebaran, skuad PSIM Jogja kembali menjalani latihan dalam kondisi fisik yang relatif segar. Meski menghadapi laga krusial, pelatih Jean Paul van Gastel memastikan timnya tidak akan mengubah pendekatan permainan secara drastis.
“Kami terus mengasah prinsip bertahan dan menyerang. Itu selalu ada di setiap latihan kami,” ujar Van Gastel usai sesi latihan rutin, Selasa (31/3).
Pelatih asal Belanda tersebut menegaskan bahwa PSIM tetap berpegang pada identitas permainan yang telah dibangun sepanjang musim. Ia memilih fokus pada kekuatan internal tim dibanding harus terlalu menyesuaikan diri dengan permainan lawan.
“Saya akan fokus pada tim saya sendiri dan bagaimana menjalankan filosofi yang ingin kami mainkan,” tegasnya.
Sikap tersebut menunjukkan komitmen PSIM untuk menjaga konsistensi permainan. Namun di sisi lain, pendekatan ini juga menyimpan risiko, mengingat Dewa United datang dengan kekuatan yang semakin meningkat.
Pada putaran kedua, Dewa United tampil lebih solid setelah melakukan sejumlah perekrutan pemain baru. Tambahan amunisi tersebut melengkapi fondasi tim yang sebelumnya sudah kuat.
“Mereka sudah punya tim yang bagus sebelumnya. Sekarang mereka jadi lebih kuat dengan tambahan pemain baru,” ungkap Van Gastel.
Situasi ini membuat pertandingan berpotensi berlangsung sengit, mempertemukan dua pendekatan berbeda: konsistensi filosofi PSIM melawan fleksibilitas serta kedalaman skuad Dewa United.
Dengan kompetisi yang menyisakan sembilan pertandingan, setiap poin menjadi sangat berarti. PSIM dituntut tidak hanya tampil konsisten secara permainan, tetapi juga mampu merespons tekanan di lapangan, terutama saat menghadapi tim dengan performa yang terus berkembang.
“Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang sulit bagi kami. Tapi memang di Indonesia juga tidak ada pertandingan yang mudah,” pungkasnya.














