mainbola.co – Kemenangan 4-2 atas PSBS Biak pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 tak sekadar mengakhiri paceklik lima laga tanpa kemenangan bagi PSIM Jogja. Laga tersebut juga menandai keputusan penting pelatih Jean Paul van Gastel yang untuk pertama kalinya musim ini merotasi Nermin Haljeta.
Selama 22 pertandingan beruntun, Nermin Haljeta selalu tampil penuh. Namun dalam duel kontra PSBS Biak, Van Gastel akhirnya menarik sang striker. Keputusan itu menjadi sinyal bahwa rotasi dan persaingan di dalam skuad Laskar Mataram kini semakin terbuka.
“Anda benar, ini pertama saya mengganti Nermin di pertandingan. Saya percaya pada konsistensi dan memberi kepercayaan pada tim untuk tampil maksimal. Namun di waktu tertentu, perubahan harus dilakukan. Ini momen untuk memberi kesempatan ke pemain lain,” ujar Van Gastel, Minggu (1/3).
Rotasi Bukan Sekadar Teknis
Pelatih asal Belanda itu menegaskan, rotasi bukan hanya keputusan teknis untuk satu pertandingan. Ia mempertimbangkan berbagai aspek sebelum melakukan perubahan komposisi pemain.
“Yang saya butuh dari pemain pengganti adalah mereka harus menekan 11 pemain inti. Hal itu tidak selalu terjadi sebelumnya. Mudah mengatakan mengganti Nermin atau pemain lain, tapi bagi saya ini lebih dari sekadar satu laga. Saya melihat sikap saat latihan dan komunikasi non-verbal mereka,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persaingan internal menjadi perhatian utama Van Gastel dalam menjaga performa tim di papan klasemen.
Deri Corfe Mencuat Jelang Lawan Semen Padang
Dalam laga melawan PSBS Biak, Deri Corfe tampil impresif dan dinilai memberi dampak signifikan bagi permainan PSIM. Namanya pun kini mencuat sebagai kandidat starter saat PSIM menghadapi laga krusial melawan Semen Padang FC, Rabu (4/3) mendatang.
Di kompetisi musim ini, PSIM memang minim opsi striker. Nermin Haljeta praktis menjadi andalan utama setelah Rafael Rodrigues dilepas manajemen ke PSIS Semarang pada bursa transfer paruh musim.
Deri Corfe sebenarnya memiliki pengalaman bermain sebagai penyerang di klub sebelumnya. Namun di bawah asuhan Van Gastel musim ini, ia lebih sering ditempatkan di posisi sayap.
Menanggapi peluang memainkan Corfe sebagai striker atau starter di laga berikutnya, Van Gastel belum memberikan kepastian.
“Saya belum tahu apakah memainkan Deri sebagai starter di pertandingan selanjutnya. Pertandingan masih beberapa hari lagi,” ujarnya.
Dengan jadwal yang semakin padat dan kebutuhan menjaga konsistensi performa, rotasi pemain menjadi opsi realistis bagi PSIM Jogja. Laga kontra Semen Padang akan menjadi ujian berikutnya bagi efektivitas strategi Van Gastel dalam memaksimalkan kedalaman skuad.
















