mainbola.co – PSIM Jogja mulai membangun fondasi jangka panjang di tengah persaingan ketat kompetisi BRI Super League 2025/2026. Manajemen Laskar Mataram tidak hanya fokus pada performa tim senior, tetapi juga memperkuat infrastruktur klub serta sistem pembinaan pemain muda.
Manajer tim PSIM Jogja, Razzi Taruna, menegaskan bahwa peningkatan kualitas klub tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, manajemen telah menyusun roadmap pengembangan yang berfokus pada pembenahan fasilitas dan penguatan akademi.
“Pasti dong ada roadmap, pasti mau semua baik dan profesional, karena sekarang utamanya pengembangan infrastruktur dan usia muda,” ujar Razzi, Rabu (4/3).
Infrastruktur Jadi Prioritas PSIM
Razzi menjelaskan, sejumlah aspek teknis mulai menjadi perhatian serius manajemen. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah pembenahan lampu stadion di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.
Perbaikan tersebut dilakukan agar pertandingan malam dapat digelar dengan lebih optimal sesuai standar kompetisi tertinggi.
Selain lampu stadion, manajemen PSIM juga mulai merancang pembangunan training ground yang representatif untuk mendukung kebutuhan tim.
“Bagaimana caranya kita bisa mengembangkan infrastruktur, contohnya lampu, training ground, juga EPA kita baru benar-benar mulai sekarang, musim ini,” jelasnya.
Pembinaan Usia Muda Mulai Diperkuat
Selain infrastruktur, PSIM juga mulai memperkuat pembinaan pemain usia muda melalui program Elite Pro Academy (EPA).
Razzi menilai pembinaan pemain muda menjadi salah satu kunci keberlanjutan prestasi klub di masa depan.
Langkah ini diharapkan membuat PSIM tidak hanya kompetitif dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki sistem pembinaan yang kuat untuk jangka panjang.
Apalagi setelah promosi dan kini bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional, kebutuhan klub meningkat signifikan, baik dari sisi teknis maupun manajerial.
Manajemen Puas dengan Progres Tim
Razzi juga mengapresiasi kinerja tim pelatih serta perkembangan skuad, baik di level tim senior maupun kelompok usia.
Menurutnya, progres yang ditunjukkan sejauh ini cukup menggembirakan bagi manajemen.
“Secara garis besar kami cukup happy-lah dengan tim, baik first team atau EPA-nya juga,” ujarnya.
Fokus Hadapi Sisa Musim
Saat ini PSIM Jogja masih memiliki 11 pertandingan tersisa di BRI Super League musim ini. Tim pelatih dan pemain tetap fokus menjaga stabilitas performa demi meraih hasil maksimal.
Namun di balik persaingan di lapangan, manajemen juga terus bekerja membangun fondasi klub agar Laskar Mataram bisa bertahan sebagai kekuatan baru di level tertinggi sepak bola Indonesia.
“Kami tentu mau semua aspek meningkat, prestasi juga meningkat. Tapi itu harus dilakukan pelan-pelan dan bertahap,” tutur Razzi.
















