Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

Kesempatan Emas Cahya Supriadi Belajar dari Kiper Eropa di Timnas Indonesia

11
×

Kesempatan Emas Cahya Supriadi Belajar dari Kiper Eropa di Timnas Indonesia

Sebarkan artikel ini
Cahya Supriadi

mainbola.co  – Kiper andalan PSIM Jogja, Cahya Supriadi, mendapat kesempatan berharga usai masuk dalam skuad final Timnas Indonesia. Meski peluang tampil terbilang kecil, ia justru melihat momen ini sebagai ajang belajar langsung dari para penjaga gawang berpengalaman, termasuk yang merumput di kompetisi Eropa.

Persaingan di posisi penjaga gawang memang tidak mudah. Kehadiran Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Emil Audero (Cremonese), serta kiper senior Nadeo Argawinata membuat peluang Cahya untuk tampil di pertandingan resmi cukup terbatas.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat kiper kelahiran Karawang, 11 Februari 2003 itu. Ia justru memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin dari para senior di skuad Garuda.

“Ini modal penting bagi saya untuk belajar dari ahlinya bersama para senior di timnas,” tegasnya, Selasa (24/3).

Cahya mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman. Ia pun telah menyiapkan diri secara maksimal sebelum bergabung dalam pemusatan latihan.

“Persiapannya, saya melakukan beberapa kali pertemuan dengan pelatih performance pribadi saya untuk melihat lagi apa saja yang masih terus perlu diperbaiki,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pengalaman di timnas, Cahya juga membawa target besar untuk perkembangan kariernya ke depan. Ia bertekad memperbaiki kekurangan dan meningkatkan konsistensi performa, baik di level klub maupun tim nasional.

“Saya bertekad memperbaiki kekurangan selama berlatih di sana. Harapannya semoga bisa konsisten di timnas maupun klub,” bebernya.

Dukungan Penuh PSIM Jogja

Dari sisi klub, manajemen PSIM Jogja menyambut positif pemanggilan Cahya ke Timnas Indonesia. Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menilai kesempatan ini sebagai momentum penting bagi perkembangan sang pemain.

“Mewakili klub, tentu kami sangat senang mendengar Cahya masuk ke dalam skuad final timnas Senior. Harapan kami, pemanggilan ini menjadi momen bagi Cahya untuk banyak belajar dari para pemain senior di sana,” tuturnya.

Razzi juga memastikan bahwa agenda pemusatan latihan timnas tidak akan mengganggu program tim. Menurutnya, pengalaman di level internasional justru akan memberikan dampak positif bagi PSIM Jogja.

“Selama periode pemusatan latihan timnas, Cahya memang tidak akan mengikuti sesi latihan bersama tim. Ini tidak kami anggap sebagai sebuah gangguan,” jelasnya.

Cahya dijadwalkan kembali bergabung bersama PSIM Jogja jelang laga lanjutan Super League 2025/2026 pada 3 April 2026. Ia dipastikan siap tampil dalam pertandingan tersebut.

“Cahya tetap bisa dimainkan untuk laga melawan Dewa United,” tandasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *