Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Super League

PSIM Jogja Bungkam Malut United 2-0 di SSA, Van Gastel Masih Soroti Efektivitas Lini Depan

20
×

PSIM Jogja Bungkam Malut United 2-0 di SSA, Van Gastel Masih Soroti Efektivitas Lini Depan

Sebarkan artikel ini
Van Gastel (kiri) saat sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Malut United. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

mainbola.co  –PSIM Jogja sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan Malut United FC dengan skor 2-0 pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Meski menang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (10/5), pelatih Laskar Mataram Jean Paul van Gastel mengaku belum puas sepenuhnya.

Pelatih asal Belanda tersebut menilai anak asuhnya masih memiliki kendala klasik di area pertahanan lawan. Walaupun mendominasi permainan, terutama di paruh pertama, penyelesaian akhir di sepertiga lapangan (final third) tetap menjadi catatan besar.

“Saya pikir terutama di babak pertama kami bermain sangat baik. Kami menemukan solusi untuk bermain seperti yang kami inginkan, tapi kami masih kesulitan di final third,” ujar Van Gastel dalam sesi konferensi pers usai laga.

Kemenangan ini terasa kian ringan bagi Laskar Mataram setelah tim tamu dipaksa bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah. Van Gastel meyakini hasil ini adalah buah kerja keras yang tertunda dari laga-laga sebelumnya.

“Saya pikir kami pantas menang. Apalagi setelah mereka bermain dengan 10 pemain, laga jadi lebih mudah. Saya senang tim saya karena mereka akhirnya mendapat kemenangan yang sudah pantas mereka dapat sejak beberapa laga lalu,” tambahnya.

Target Bertahan di Kasta Tertinggi Aman

Meski musim ini sempat diwarnai tren negatif di putaran kedua, Van Gastel menegaskan bahwa misi utama klub telah tercapai.

“Target kami adalah tidak terdegradasi dan itu sudah tercapai. Tapi di paruh kedua musim kami mengalami terlalu banyak kekalahan, sehingga muncul perasaan negatif. Padahal para pemain bekerja sangat keras dan terus berkembang,” paparnya.

Senada dengan sang pelatih, penyerang PSIM Andy Irfan menyambut syukur kemenangan ini sebagai pelecut semangat untuk menyapu bersih sisa laga musim ini.

“Alhamdulillah, pertandingan yang ditunggu-tunggu akhirnya kita bisa menang juga. Semoga ke depannya kita bisa lebih baik lagi. Target selanjutnya pasti tiga poin, lawan siapa pun kita harus menang,” tegas Andy Irfan.

Di sisi lain, kekecewaan mendalam tampak di kubu Malut United. Pelatih Hendri Susilo menyayangkan keputusan wasit yang memberikan penalti sekaligus kartu merah. Menurutnya, hal tersebut mengubah total peta kekuatan di lapangan.

“Saya juga bingung dengan keputusan itu. Kalau penalti mungkin kami tidak komplain, tapi kartu merah itu yang kami pertanyakan. Menurut saya jawabannya tidak realistis. Masalah besar kami muncul setelah penalti dan kartu merah itu. Itu situasi yang sangat berat untuk kami hadapi,” keluh Hendri.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *