mainbola.co – Manajemen PSIM Jogja tengah diguncang kabar mengejutkan di penghujung musim BRI Super League 2025/2026. Mundurnya Razzi Taruna dari posisi manajer tim menyisakan pekerjaan rumah bagi sang pelatih, Jean Paul van Gastel.
Dampak Kekosongan Manajer di Skuad Laskar Mataram
Kepergian Razzi yang diumumkan mendadak usai pekan ke-30 meninggalkan lubang dalam manajemen teknis tim. Van Gastel mengakui bahwa stabilitas organisasi sedikit terganggu di tengah upaya tim menyelesaikan sisa laga musim ini.
“Itu sulit untuk dikatakan. Razzi terlibat dalam promosi musim lalu dan dia pergi, saya juga tidak tahu alasan mengapa dia pergi,” kata Van Gastel pada Minggu (10/5).
Sosok Penting di Balik Promosi PSIM ke Liga 1
Razzi Taruna bukan orang baru di Mandala Krida. Selama tiga tahun masa baktinya, ia sukses membawa PSIM promosi ke Liga 1. Bahkan, Razzi adalah orang yang meyakinkan Van Gastel untuk melatih di Jogja.
“Ada celah atau kekosongan sekarang, karena dia terlibat dalam bagian teknis organisasi. Dan sekarang dia sudah pergi, jadi kita harus mengisi celah tersebut,” ungkap sang pelatih.
Van Gastel juga menekankan pentingnya rasa terima kasih klub kepada Razzi. “Katakanlah jika anda bekerja dengan orang-orang bersama, selalu disayangkan jika seseorang pergi, apa pun alasannya,” jelasnya.
Harapan untuk Masa Depan Razzi
Meski menyayangkan momen kepergian yang terjadi saat kompetisi belum usai, Van Gastel tetap memberikan dukungan moral bagi mantan koleganya tersebut.
“Saya pikir klub harus berterima kasih karena bagaimanapun dia terlibat dalam promosi musim lalu seperti banyak orang lainnya,” tuturnya. “Saya berharap dia akan tetap bekerja di sepak bola. Dia orang yang masih muda, dan saya pikir dia akan menjadi manajer yang sangat bagus.”

















Respon (1)