mainbola.co – Keberhasilan Timnas Spanyol merengkuh trofi Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0 di partai puncak, Senin (20/7/2026) dini hari, mencuri perhatian jagat sepak bola tanah air. Tak terkecuali bagi juru taktik PSS Sleman, Pieter Huistra.
Pelatih asal Belanda tersebut mengaku sangat terkesan dengan kedalaman skuad Tim Matador sepanjang turnamen. Menurut Huistra, keberhasilan Spanyol di panggung tertinggi sepak bola dunia bukan lantaran faktor individu semata, melainkan buah dari soliditas kolektif yang luar biasa.
Huistra pun tak ragu menjadikan gaya permainan impresif Spanyol sebagai pelecut motivasi bagi anak asuhnya di skuad Laskar Sembada. Pelatih berusia 59 tahun itu ingin Dominikus Dion dan kawan-kawan meneladani etos kerja pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Timnas Spanyol.
Baca Juga: Tim Representasi PSS Muda Akademi, Sleman Muda FC Siap Jalani Debut di Piala Soeratin DIY 2026
“Mereka bermain sebagai sebuah tim. Jadi itu juga merupakan contoh yang sangat baik bagi Sleman,” bebernya, Senin (20/7/2026) siang.
Mantan pelatih Borneo FC tersebut menekankan bahwa sepak bola modern menuntut kekompakan yang presisi di setiap lini. Baginya, menyamakan visi bermain di atas lapangan menjadi kunci utama jika PSS ingin merangsek ke papan atas dan bersaing memperebutkan prestasi tertinggi pada kompetisi Super League musim 2026/2027.
“Sleman juga harus bermain sebagai sebuah tim dan dengan begitu, Anda bisa meraih target yang tinggi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Huistra memberikan wanti-wanti keras kepada para pemainnya. Ia menilai, bakat individu yang melimpah di dalam tim tidak akan berbicara banyak jika ego egosentris masih mendominasi di dalam lapangan. Kolektivitas tim adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Jika Anda tidak bermain sebagai sebuah tim, itu akan sulit dilakukan,” tandasnya. (rizky wahyu/radar jogja)














