Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Piala Dunia 2026

Spanyol vs Belgia, Ketika Pertahanan Terbaik Bertemu Sektor Penyerangan Paling Produktif di Fase Gugur

11
×

Spanyol vs Belgia, Ketika Pertahanan Terbaik Bertemu Sektor Penyerangan Paling Produktif di Fase Gugur

Sebarkan artikel ini
Spanyol akan menghadapi Belgia untuk memperebutkan tempat di babak semifinal melawan prancis.
Spanyol akan menghadapi Belgia untuk memperebutkan tempat di babak semifinal melawan prancis.

Laga perempat final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Eropa, Spanyol dan Belgia di Los Angeles Stadium pada Sabtu (11/7) kick off pukul 02.00 dini hari WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan tim dengan pertahanan paling solid melawan salah satu lini serang paling produktif di turnamen.

Secara historis, Spanyol memiliki catatan yang lebih baik dalam rekor pertemuan kedua tim. Dari total 22 pertandingan di semua kompetisi, La Roja meraih 12 kemenangan, sedangkan Belgia mencatat lima kemenangan dan lima laga lainnya berakhir imbang. Spanyol juga unggul dalam produktivitas gol dengan mencetak 40 gol, sementara Belgia mengoleksi 26 gol.

Dominasi Spanyol juga terlihat dalam beberapa pertemuan terakhir. La Roja selalu menang dalam enam duel terakhir melawan Belgia, termasuk kemenangan 2-0 pada laga persahabatan tahun 2016 serta dua kemenangan di Kualifikasi Piala Dunia 2010 dan 2006.

Meski demikian, Belgia memiliki kenangan manis saat menghadapi Spanyol di ajang Piala Dunia. Pada edisi 1986, Belgia menyingkirkan Spanyol di babak perempat final melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Empat tahun kemudian, Spanyol membalas dengan kemenangan 2-1 atas Belgia pada fase grup Piala Dunia 1990.

Jelang pertemuan di Piala Dunia 2026, Spanyol datang dengan modal yang sangat meyakinkan. Tim asuhan Luis de la Fuente belum sekalipun kebobolan sepanjang turnamen dan berhasil melaju ke babak delapan besar berkat organisasi pertahanan yang disiplin serta permainan kolektif yang konsisten.

Selain memiliki lini belakang yang kokoh, Spanyol juga mengandalkan kreativitas pemain muda Lamine Yamal. Winger berusia 18 tahun itu menjadi salah satu pemain paling menonjol sepanjang turnamen berkat kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan visi bermainnya. Di lini depan, Mikel Oyarzabal tampil tajam dengan koleksi empat gol dan menjadi salah satu mesin gol La Roja.

Di kubu Belgia, ancaman datang dari lini serang yang tampil sangat produktif. The Red Devils menjadi salah satu tim tersubur di fase gugur setelah mencetak tujuh gol dalam dua pertandingan terakhir, termasuk kemenangan 4-1 atas Amerika Serikat di babak 16 besar.

Romelu Lukaku kembali menjadi ujung tombak yang diandalkan untuk membongkar pertahanan lawan, sementara Kevin De Bruyne diharapkan mampu mengatur ritme permainan dan menciptakan peluang berbahaya apabila tampil dalam kondisi terbaik.

Meski statistik sejarah berpihak kepada Spanyol, Belgia tetap memiliki kualitas untuk memberikan kejutan. Kombinasi pengalaman para pemain senior dan efektivitas serangan membuat mereka layak diperhitungkan.

Pertandingan ini pun diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di Piala Dunia 2026. Spanyol akan mengandalkan pertahanan terbaik yang belum kebobolan, sedangkan Belgia membawa kepercayaan diri berbekal lini depan yang sedang tajam.

Pemenang duel sesama wakil Eropa ini akan melangkah ke semifinal dan menghadapi Prancis yang telah lebih dulu memastikan tempat usai menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *