Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Langkah Spanyol di Piala Dunia 2026: Berawal dari Hasil Imbang Lawan Tanjung Verde, Akhirnya Menjadi Kampiun

7
×

Langkah Spanyol di Piala Dunia 2026: Berawal dari Hasil Imbang Lawan Tanjung Verde, Akhirnya Menjadi Kampiun

Sebarkan artikel ini
Spanyol menjadi juara Piala Dunia setelah kalahkan Argentina di final.
Spanyol menjadi juara Piala Dunia setelah kalahkan Argentina di final.

Tim nasional Spanyol menorehkan sejarah dengan menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada partai final di New York New Jersey Stadium, Minggu (20/7) dini hari. Gol tunggal Ferran Torres memastikan La Roja meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah terakhir kali mengangkat trofi pada 2010.

Keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjalanan yang tidak selalu mulus. Spanyol sempat ditahan imbang tanpa gol pada laga pembuka fase grup, tetapi mampu bangkit dan tampil semakin solid hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi sepak bola dunia.

Awal yang Tersendat di Fase Grup

Spanyol tergabung di Grup H bersama Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay. Pada pertandingan pertama, tim asuhan Luis de la Fuente gagal memanfaatkan dominasi permainan dan harus puas bermain imbang 0-0 melawan Tanjung Verde.

Hasil tersebut menjadi alarm bagi La Roja. Namun, mereka langsung merespons dengan performa impresif pada laga kedua. Spanyol menghancurkan Arab Saudi dengan skor telak 4-0, menunjukkan kualitas lini serang yang mulai menemukan ritmenya.

Di pertandingan terakhir grup, Spanyol mengamankan kemenangan penting 1-0 atas Uruguay. Hasil itu memastikan mereka finis sebagai juara Grup H dan melangkah ke babak gugur dengan kepercayaan diri tinggi.

Tampil Meyakinkan di Babak Gugur

Memasuki babak 32 besar, Spanyol menghadapi Austria. La Roja tampil dominan dan menang 3-0 berkat dua gol Mikel Oyarzabal serta satu gol tambahan lainnya. Mereka juga mempertahankan catatan nirbobol yang menjadi kekuatan utama sepanjang turnamen.

Pada babak 16 besar, Spanyol menjalani duel sengit melawan Portugal. Pertandingan berlangsung ketat, namun satu gol sudah cukup membawa La Roja menang 1-0 sekaligus mengamankan tiket ke perempat final.

Tantangan berikutnya datang dari Belgia. Dalam laga yang berlangsung sengit, Spanyol sukses menang 2-1 dan memastikan tempat di semifinal.

Di empat besar, Spanyol kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Prancis 2-0. Kemenangan tersebut mengantarkan mereka ke final untuk pertama kalinya sejak menjadi juara dunia pada 2010.

Ferran Torres Antar Spanyol ke Puncak Dunia

Pada partai final, Spanyol berhadapan dengan juara bertahan Argentina. Kedua tim bermain disiplin sehingga skor tetap imbang hingga waktu normal berakhir.

Kebuntuan akhirnya pecah pada babak perpanjangan waktu. Ferran Torres mencetak gol penentu kemenangan yang memastikan Spanyol menang 1-0 sekaligus merebut gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.

Selain trofi juara, gelandang Rodri dinobatkan sebagai peraih Golden Ball atau pemain terbaik turnamen. Keberhasilan ini semakin melengkapi era gemilang Luis de la Fuente, yang sebelumnya juga mempersembahkan gelar Euro 2024 untuk Spanyol.

Konsistensi Jadi Kunci

Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 menjadi bukti pentingnya konsistensi. Setelah gagal mencetak gol pada laga pembuka, La Roja terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Dengan pertahanan yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, lini tengah yang dikomandoi Rodri, serta kedalaman skuad yang memungkinkan pemain seperti Ferran Torres menjadi penentu di final, Spanyol menutup Piala Dunia 2026 sebagai tim paling komplet.

Gelar ini mengakhiri penantian selama 16 tahun sejak kejayaan di Afrika Selatan pada 2010 dan kembali menempatkan Spanyol di puncak sepak bola dunia.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *