Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, tidak gentar menghadapi hasil undian FIFA ASEAN Cup 2026 yang mempertemukan timnya dengan Timnas Indonesia di Grup A Divisi 1. Sebaliknya, juru taktik The Lions itu justru menyambut antusias turnamen tersebut karena dinilai menjadi panggung ideal untuk mengukur perkembangan skuadnya.
Menurut Gavin, Singapura memang sedang menunjukkan tren positif. Namun, ia menegaskan timnya masih membutuhkan lebih banyak pertandingan dengan level persaingan tinggi agar mampu terus berkembang.
“Turnamen ini datang pada momen yang sangat penting bagi kami. Menghadapi lawan-lawan berkualitas dari kawasan memberikan kesempatan lain bagi kami untuk menguji kemampuan tim dan melihat sejauh mana perkembangan kami,” ujar Gavin Lee, dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Singapura (FAS), Kamis (30/7).
Pelatih berusia 36 tahun itu menilai setiap agenda internasional harus dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi. Baginya, hasil pertandingan memang penting, tetapi perkembangan kualitas permainan tim menjadi target utama yang ingin dicapai.
“Kami memang telah menunjukkan kemajuan, tetapi kami sadar perjalanan kami masih panjang. Setiap agenda internasional adalah kesempatan untuk terus meningkatkan standar permainan, berkembang, dan tampil lebih konsisten,” katanya.
“Itulah tantangan yang kami tetapkan bagi diri kami sendiri, dan fokus kami adalah memaksimalkan setiap kesempatan untuk terus berkembang sebagai sebuah tim,” lanjut Gavin.
Optimisme Gavin bukan tanpa alasan. Singapura tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah mengawali Hyundai AFF Cup 2026 dengan dua kemenangan beruntun. Hasil tersebut membawa The Lions memuncaki klasemen sementara Grup A dan memperlihatkan peningkatan performa dibanding beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, Timnas Indonesia juga datang dengan modal yang tidak kalah menjanjikan. Skuad Garuda yang dilatih John Herdman diperkuat banyak pemain muda dan tampil produktif pada laga-laga awal Hyundai AFF Cup 2026. Pertemuan kedua tim di FIFA ASEAN Cup pun diprediksi berlangsung lebih sengit dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Berdasarkan hasil undian, Indonesia selaku tuan rumah Divisi 1 tergabung di Grup A bersama India, Malaysia, dan Singapura. Sementara Grup B diisi Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Grup A diperkirakan menjadi salah satu grup paling kompetitif. Selain menghadapi Singapura yang sedang menanjak, Indonesia juga harus meladeni Malaysia dalam duel klasik yang selalu menyita perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Kehadiran India sebagai tim undangan turut menambah kualitas persaingan di grup tersebut.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober 2026 dengan format baru yang membagi peserta ke dalam dua divisi. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Divisi 1, sedangkan Hong Kong menjadi tuan rumah Divisi 2.
Bagi Indonesia, tantangan di Grup A jelas tidak ringan. Namun, pernyataan Gavin Lee menunjukkan bahwa Singapura juga menaruh respek terhadap kekuatan lawan-lawannya. Bukan sekadar mengejar hasil, The Lions datang dengan misi membuktikan bahwa mereka kembali menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di Asia Tenggara.
Sementara bagi skuad Garuda, laga melawan Singapura bisa menjadi ujian penting sebelum menghadapi rival abadi Malaysia. Jika mampu melewati dua pertandingan tersebut dengan hasil positif, peluang Indonesia melangkah ke fase gugur sekaligus mengejar gelar perdana FIFA ASEAN Cup akan semakin terbuka.














