mainbola.co – Super League musim 2026/2027 mendapatkan tambahan “bumbu” yang luar biasa. Derby DIY antara PSIM Jogja dan PSS Sleman bakal kembali menghiasi kancah sepak bola nasional setelah PSS resmi promosi usai menjadi runner-up Championship musim lalu.
Pertemuan dua klub besar ini selalu menyajikan tensi tinggi. Namun, di balik panasnya rivalitas, ada tantangan besar bagi manajemen dalam mengelola pertandingan, terutama terkait kehadiran suporter di stadion.
Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno, mengakui bahwa kehadiran penonton sangat vital, tidak hanya untuk dukungan tim di lapangan, tetapi juga untuk aspek ekonomi klub.
“Harapannya seperti itu,” ujar Liana saat dimintai keterangan pada Minggu (7/6), mengenai keinginan menggelar laga dengan penonton.
Namun, Liana sadar betul bahwa keamanan adalah aspek yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan sikap profesional manajemen PSIM untuk tunduk pada regulasi dan arahan aparat kepolisian.
“Jadi bagaimanapun arahan dari pemegang kepentingan perizinan itu akan kami hormati, walaupun saya punya harapan seperti itu (dengan penonton),” tambahnya.
Jika nantinya izin penonton dikantongi, Liana menitipkan pesan penting kepada pendukung PSIM dan PSS. Ia berharap kedewasaan suporter menjadi kunci agar nama besar klub tetap terjaga dari ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Karena perilaku dari oknum segelintir itu yang bisa merusak kebaikan klub yang begitu besar atau nama besar yang memang sedang berkompetisi gitu,” tegasnya.
Liana menutup dengan pesan bahwa kemajuan klub harus dibangun bersama antara manajemen dan dukungan suporter di akar rumput. “Harus dewasa, kami udah harus dewasa,” tutupnya.
















