“Kayaknya untuk musim depan itu belum bisa. Karena masih proses administratif dan penganggaran,” ujar Yuliana, Minggu (17/5).
Progres Ada, Tapi Belum Cukup
Yuliana mengakui pemerintah Kota Yogyakarta di bawah kepemimpinan Wali Kota Hasto Wardoyo sudah mulai bergerak nyata. Forum buka puasa bersama antara PSIM dan para pemangku kepentingan sudah digelar untuk membahas pengadaan anggaran lampu stadion — salah satu syarat utama agar Mandala Krida layak dipakai.
“Pemerintah tuh benar-benar bergerak kok. Kemarin bahkan mengadakan buka puasa bersama dengan PSIM dan stakeholder untuk membahas pengadaan anggaran,” ungkap Yuliana.
“Pak Wali mengajak untuk sama-sama bersinergi. Jadi luar biasa sekali effort dari pemerintah kota. Saya sangat berterima kasih, tapi harapannya betul-betul bisa direalisasikan,” tambahnya.
KPK Bisa Jadi Faktor Penghambat
Yuliana juga membuka fakta yang jarang diungkap: dokumen-dokumen terkait Stadion Mandala Krida berpotensi masih berhubungan dengan proses pengawasan KPK, yang otomatis memperlambat seluruh proses administrasi.
“Birokrasi itu memang harus dijalankan sesuai prosedur. Misal dokumen-dokumen yang harus dicek, bahkan bisa saja ada yang masih terkait dengan KPK. Hal-hal itu bisa terjadi,” tegasnya.
Pesan untuk Suporter: Jangan Saling Curiga
Di tengah tekanan dari suporter, Yuliana memilih bersikap terbuka sekaligus mengajak semua pihak untuk bersatu. Suporter diminta menyampaikan aspirasi secara positif agar PSIM Jogja bisa menjadi panutan di level nasional.
“Tolong teman-teman, kita ini bagian dari PSIM. Tidak usah ada rasa saling curiga. Dukungan moril itu sangat penting buat kita,” katanya.
“Ayo kita jadi benchmark suporter sepak bola nasional dengan memberikan aspirasi secara positif,” ajaknya.
Bawa Spanduk, Manajemen Pun Rindu Mandala Krida
Saat mendampingi tim melawan Madura United di Stadion Sultan Agung, Bantul (17/5), Yuliana tampil membawa spanduk bertuliskan “Mandala Krida Marwah Kami”. Gestur ini menunjukkan bahwa manajemen merasakan kerinduan yang sama seperti suporter untuk kembali ke kandang sejatinya.
“Kita dari manajemen maunya kembali ke rumah sesungguhnya. Kita tahu kerinduan teman-teman untuk pulang ke rumah. Kita doakan saja sama-sama,” tandasnya.
Untuk saat ini, Laskar Mataram masih harus bersabar. Mandala Krida belum siap — tapi harapan itu belum padam.
















