MAINBOLA.CO –PSIM Jogja berhasil mengunci tiket bertahan di kompetisi BRI Super League musim depan. Mengoleksi 39 poin dari 31 pertandingan, posisi PSIM kini mustahil terkejar oleh tim-tim di zona merah. Kendati target utama sebagai tim promosi sudah tercapai, pelatih Jean Paul van Gastel menolak timnya tampil ala kadarnya.
Menjelang duel kontra Malut United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Van Gastel tetap mengedepankan intensitas latihan yang ketat. Fokus utamanya adalah pemantapan taktik yang berimbang antara lini serang dan pertahanan.
“Ini tentang prinsip bertahan dan menyerang, dan itu ada di semua latihan yang kami lakukan. Soal lawan, saya fokus pada tim saya sendiri dan cara kami ingin bermain,” kata Van Gastel.
Metode Latihan Berbasis Bola Salah satu kunci konsistensi PSIM musim ini adalah metode latihan Van Gastel yang modern. Ia menekankan aspek fisik namun tetap menempel pada aspek teknis sepak bola. “Saya tipe pelatih yang tidak suka berlari tanpa bola. Biasanya latihan fisik saya selalu dengan bola,” ungkapnya secara blak-blakan.
Menanti Magis Lawan Tim Papan Atas Meski baru saja promosi, PSIM mampu bersaing dengan raksasa liga. Tercatat, mereka mampu merepotkan Persija Jakarta dan Persib Bandung dengan torehan satu hasil imbang dan satu kekalahan tipis. Kini, tantangan besar kembali hadir dalam sosok Malut United yang tengah bersaing di papan atas.
Pada putaran pertama, PSIM sempat mengejutkan publik dengan kemenangan 2-0 di kandang Malut United. Namun, Van Gastel sadar betul bahwa laga Minggu nanti akan jauh lebih sulit karena semua tim di Indonesia memiliki kekuatan yang merata.
“Jika melihat klasemen, pasti Bandung, Jakarta, Malut itu termasuk tim kuat. Tapi tidak hanya tim-tim itu saja, tidak ada pertandingan mudah di sini,” ucap pelatih berpaspor Belanda tersebut.
Dengan kepastian bertahan, PSIM diharapkan tampil lepas namun tetap kompetitif demi memperbaiki posisi di klasemen akhir BRI Super League 2025/2026.
















